logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 SEMARANG
Line

Waspadai Penyebaran Virus Herpes

GROBOGAN- Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan mengakui adanya gejala penyebaran virus herpes dalam beberapa minggu terakhir. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Palti Siregar melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Johari Angkasa, meski belum ada temuan khusus, dia berharap masyarakat mewaspadai virus yang sebagian besar penyebarannya melalui udara tersebut.

Gejala penyakit ini, menurut dia, dengan mudah dapat dilihat dan dirasakan. Salah satunya adalah pemunculan warna merah pada kulit, disusul dengan munculnya cairan yang terkadang disertai rasa nyeri. Virus semacam ini memang tidak dengan mudah bisa diketahui dari mana asalnya.

''Yang harus diusahakan adalah pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit tersebut. Selain itu, bagaimana caranya agar kita memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Kita harus membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat,'' kata dia saat ditemui pekan lalu.

Virus ini dibedakan menjadi dua macam. Yakni, virus herpes dari jenis keluarga zooster dan virus dari jenis simplek. Kedua virus ini memiliki perbedaan saat hinggap di tubuh manusia.

Zooster dikenal cukup berbahaya dan terasa sangat sakit apabila menyerang susunan syaraf manusia. Sedangkan simplek hanya mengakibatkan rasa gatal ketika menempel di badan.

Menyebar di Syaraf

Diakui Johari, meski tidak sampai menimbulkan kematian, virus tersebut bisa membahayakan ketika menular sampai bagian wajah seseorang. Begitu menjalar di wajah, akan dengan cepat menyerang susunan syaraf pusat manusia.

''Virus ini menyebar melalui susunan syaraf manusia, sehingga apabila penyebarannya sampai kulit wajah akan berbahaya. Dalam kondisi tertentu ada yang kesulitan menutup kelopak mata, karena fungsi syarafnya terganggu oleh virus tersebut,'' papar Johari.

Tindakan yang biasa diambil untuk mengobati pasien herpes yakni dengan dengan memberikan obat antivirus apabila pasien pengidap belum lebih dari tiga hari. Sedangkan bila lebih dari itu, pasien harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Biasanya pasien akan diberi obat antibiotika dalam dosis tertentu untuk mencegah replikasi (proses pembelahan diri) virus. Karena dengan obat sejenis itu, virus akan mati dan tidak mungkin menjalar ke tempat lain. (hs-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA