logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 SEMARANG
Line

Dari Reuni Habib, Pengajian, hingga Arak-arakan

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Rindu kami padamu, ya Rasul, cinta tiada terperi Berabad jarak darimu, ya Rasul, serasa dikau di sini. BANYAK cara untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semua itu merupakan ekspresi dari kecintaan kepada Muhammad, yang merupakan nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah SWT. Seperti terungkap pada kutipan lagu ''Rindu Rasul'' ciptaan Sam Bimbo itu.

Lihatlah, selama 12 hari sejak memasuki bulan Rabiul Awal pada penanggalan hijriyah, masjid dan mushala menjadi lebih semarak. Umat Islam seperti ber-fastabiqul khairat untuk unjuk kecintaan mereka pada Muhammad, dengan membacakan kisah hidupnya, yang termuat dalam kitab Albarjanzi. Di sesela pembacaan itu, salawat Nabi berkumandang menggetarkan hati.

Tepat 12 Rabiul Awal, Sabtu (31/3), para siswa SMA Islam Sultan Agung III Jl Kaligawe menghelatkan reuni para habib, yang secara nasab berada langsung pada garis keturunan Rasulullah. Sejumlah habib yang hadir, antara lain Habib Abu Bakar Assegaf, Habib Yahya bin Teren Al Jufri, dan Habib KH Jafar Shodiq Al Musawa.

Bertindak sebagai sahibul bait, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Thoha Putra dan Kepala SMA Islam Sultan Agung 3 Haris Ma'ruf.

Sebelum Habib Jafar menyampaikan tausiyah, terlebih dahulu Habib Abu Bakar Assegaf membacakan Maulid Simtud Duror, diiringi tetabuhan rebana yang rancak. Dalam tausiyahnya, Habib Jafar menyampaikan tentang sifat-sifat Rasulullah, yang menunjukkan karakter tokoh yang patut diidolakan.

Keteladanan Rasulullah itu pula yang menjadi inti ceramah Drs KH Ahmad Anas MAg, ketika menjadi pembicara pada peringatan maulid nabi di Balai Kota, Kamis (29/3) malam. Dosen IAIN Walisongo itu menyampaikan empat sifat Muhammad, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

''Sifat-sifat Rasulullah itu masih tetap relevan dalam konteks kekinian dan patut dijadikan pedoman untuk hidup kita sebagai umatnya,'' terang Anas.

Shiddiq, kata dia, artinya senantiasa berlaku jujur dan benar, antara lisan dan perbuatan sama. Amanah adalah patut menerima kepercayaan atau dapat dipercaya. Tabligh artinya mampu menyampaikan segala sesuatu yang seharusnya disampaikan secara terbuka, apa adanya, dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Sementara fathonah adalah bijaksana dan cerdas.

Arak-arakan

Sementara itu, warga Kampung Banaran, Sekaran, Gunungpati memiliki cara yang unik untuk merayakan maulud nabi. Selepas salat Isya, Jumat (30/3) lalu, warga mengadakan arak-arakan keliling kampung. Di tempat lain, arak-arakan lazimnya dilaksanakan menjelang hari raya.

Para peserta terdiri atas santri masjid, mushala, dan pesantren di Banaran dan sekitarnya. Ada yang datang dengan naik mobil, sepeda motor, dan tak sedikit yang berjalan kaki. Sejumlah mushala unjuk kreativitas dengan membuat replika kakbah, binatang, atau pesawat terbang untuk memeriahkan arak-arakan tersebut. Arak-arakan itu berlangsung meriah dan warga memadati kedua sisi jalan yang dilalui. ''Waktu saya kecil dulu juga sudah ada,'' kata Rokhman, warga setempat. (Achiar M Permana-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA