logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 SEMARANG
Line

Tak Perlu Sekolah ke LN untuk Dapatkan Sertifikat Internasional

SEMARANG- Saat ini, banyak PTN dan PTS yang menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri ataupun lembaga internasional. Bentuknya yang biasa dilakukan berupa double degree/twinning program. Selain untuk meningkatkan kredibilitas perguruan tinggi bersangkutan, tujuan lain untuk memudahkan para lulusannya mencari pekerjaan.

Pasalnya, selain mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi tempat belajar, mahasiswa juga mendapatkan ijazah dari universitas partner. Berbagai sertifikat berkelas internasional yang akan meningkatkan daya tawar mereka di dunia kerja juga dapat diperoleh jika PT tempat mereka menuntut ilmu bekerja sama dengan institusi kelas dunia.

Hal itulah yang dilakukan STMIK Pro Visi Jalan Kyai Saleh Semarang. Pada diskusi panel Kuliah di Luar Negeri yang digelar di kampus PT itu, Sabtu (31/3), Ketua STMIK Pro Visi Ir Stefanus Thomas Suhalim MCSE menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan asosiasi perusahaan yang bergerak di bidang IT internasional.

Untungkan Lulusan

Dijelaskannya, materi yang diberikan pada mahasiswa, bukanlah karangan si dosen. ''Misalnya, untuk tema microsoft, ya, menggunakan standar yang ditetapkan microsoft. Buku-buku yang kami gunakan pun keluaran perusahaan itu yang notabene tidak dijual di Indonesia.''

Selain menguntungkan para lulusannya, imbuh dia, hal tersebut juga akan menguntungkan perusahaan. Artinya, perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang minimal Rp 5 juta per pegawai/tema untuk training jika si pegawai di tempat kuliahnya dulu sudah mendapatkan sertifikat IT kelas internasional.

''Di STMIK Pro Visi, materi kuliah dan praktikum menggunakan materi training dari kurikulum resmi lembaga internasional, seperti IEEE/CS, CompTIA International, Microsoft IT Academy, Cisco Networking Academy, Value Plus Accounting, dan lainnya.''

Adapun para mahasiswa STMIK Pro Visi, imbuh Stefanus, tidak perlu lagi membayar biaya training. Karena materi -materi tersebut sudah termasuk dalam mata kuliah .

Saat ini, perguruan tinggi tersebut juga menjalin kerja sama dengan HELP University College (UC), Malaysia. Loh Khai Yann dari HELP UC mengatakan, materi yang diberikan pada mahasiswa STIMIK Pro Visi, sama dengan yang diperoleh mahasiswa di universitasnya. Ditambahkannya, saat ini ada sekitar 800 mahasiswa Indonesia yang belajar di HELP UC. (H11-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA