| Senin, 02 April 2007 | SEMARANG |
Sekolah Berikan Kurikulum Interseksi
SEMARANG- Ujian Nasional (UN) akan digelar bulan ini. Sejumlah sekolah sudah melakukan persiapan sejak lama. Tidak seperti tahun lalu, soal yang akan diujikan bagi semua murid sama. Tak ada berbedaan soal bagi sekolah yang sudah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) ataupun yang belum. Wakil Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Gatot Bambang Hastowo saat Rapat Kerja dengan Komisi E DPRD Jateng beberapa waktu lalu mengatakan, soal yang bakal dihadapi siswa SMP dan SLTA pada UN tahun ini mengacu kurikulum interseksi, yakni irisan kurikulum 1994 dan 2004. Diharapkan para siswa dapat belajar lebih efektif karena tidak semua materi harus dipelajari. Kepala SMAN 4, Srinatun mengatakan, pemberian kurikulum interseksi kepada para siswa yang akan menghadapi UN sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Diakuinya, hal tersebut meringankan beban belajar siswa. Karena itu, pihaknya berharap agar para siswa lebih enjoy menghadapi UN dan tidak didera rasa ketakutan tidak lulus. Selain memberikan pelajaran tambahan pada jam keno dan menggelar try out UN, pihaknya juga membekali siswa dengan quantum learning. ''Jadi, bekal yang kami berikan pada anak didik untuk menghadapi UN tidak hanya materi pelajaran namun juga motivasi diri.'' SMKN 11 Pemberian kurikulum interseksi juga sudah diberikan pada siswa SMKN 11 beberapa bulan lalu. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala SMKN 11 bidang kurikulum Siti Fadilah. Tidak seperti di SMA, para pelajar di SMK tersebut tidak diberikan pelajaran tambahan. Pasalnya, jam belajar siswa SMK jauh lebih lama dari murid SMA. Mengingat para pelajar yang akan mengikuti UN sudah menyelesaikan praktik kerja, maka porsi untuk semua pelajaran seperti Bahasa Indonesia, fisika, kimia, dan lain-lain ditambah. ''Dan, mulai 5 April, siswa tingkat akhir hanya diberikan pelajaran yang akan diujikan dalam UN.'' Seperti diketahui, UN untuk SMA/SMK/MA akan digelar 17-19 April. Adapun UN untuk jenjang SMP/MTs dilaksanakan pada 24-26 April. Untuk mengantisipasi kecurangan, soal dalam satu ruang ujian akan dibedakan, yakni paket A dan B. Tim pemantau independen juga akan dilibatkan untuk mengawasi jalannya ujian. Tahun ini, akan diberlakukan 2 standar kriteria kelulusan UN. Pertama, siswa dapat lulus dengan nilai rata-rata 5,00 jika tak ada nilai yang di bawah 4,25 pada semua mata pelajaran. Kedua, siswa yang memiliki nilai minimal 4,00 pada satu mata pelajaran dapat lulus asalkan nilai minimal untuk mata pelajaran lain harus 6,00. (H11-56) |