logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 SEMARANG
Line

Camat Sosialisasi Homestay

SEMARANG - Camat Semarang Tengah Isdiyanto bersama para lurah di wilayah tersebut telah melakukan sosialisasi pada para pemilik hotel melati dan hotel berbintang, tentang homestay di kawasan Pecinan dan Kauman. Hotel-hotel tersebut nantinya bakal digunakan oleh para turis domestik dan mancanegara, yang datang ke Kota Semarang pada event Semarang Pesona Asia (SPA). Penjelasan tersebut disampaikan Isdiyanto kepada Suara Merdeka, Kamis (29/3).

Sosialisasi ini merupakan tindaklanjut gagasan Wali Kota Sukawi Sutarip, yang ingin menjadikan kedua kawasan itu sebagai homestay. "Sosialisasi dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan di kelurahan. Para lurah juga mendatangi masing-masing pemilik tempat penginapan,'' kata dia.

Menurutnya, jumlah hotel berbintang dan kelas melati di wilayah itu tercatat 35 buah, dengan tenaga kerja 698 orang. Namun untuk perincian pembagian kelasnya, Isdiyanto mengaku tidak hafal.

Menurutnya, penginapan di Kauman dan sekitarnya akan diperuntukkan bagi wisatawan yang berasal dari negara-negara muslim seperti Malaysia, Brunei, dan negara-negara di kawasan timur tengah. Sementara penginapan di kawasan Pecinan, untuk wisatawan dari Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Jepang.

Seperti diberitakan, Selasa (27/3), gagasan Wali Kota menjadikan Gunungpati dan Pecinan sebagai homestay dalam rangkaian Semarang Pesona Asia (SPA), Agustus-September mendatang, disambut dingin.

Hingga kemarin, belum ada respons menggembirakan dari warga terkait rencana itu yang disampaikan Wali Kota Sukawi Sutarip seusai rapat pematangan pelaksanaan SPA, di Gedung Moch Ichsan Lantai 8 komplek Balai Kota Semarang.

Lurah Bangunharjo Kecamatan Semarang Tengah, Sarno menjelaskan, di wilayahnya terdapat enam penginapan dengan satu hotel masuk kelas menengah, yakni Hotel Quirin. "Sedangkan yang termasuk kelas melati adalah penginapan Muslimin, Bojong, Bahagia, Manyar dan Panama," jelasnya.

Mengenai sosialisasi, dia mengatakan telah dilakukan melalui pertemuan di balai kelurahan dan ketuk pintu ke masing-masing hotel. "Kami juga meminta warga untuk menanam Sawo Kecik di depan rumah mereka," ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Lurah Kauman Arwin Helmy. Menurutnya sosialisasi kepada warga juga dilakukan melalui pertemuan di Kelurahan dan secara ketuk pintu.

"Namun kendalanya, warga belum jelas bagaimana konsep penginapan yang layak untuk menjamu para wisatawan tersebut," kata dia. (H36-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA