logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 SEMARANG
Line

Warga Pasang Papan Batas Wilayah

  • PT IPU Dinilai Langgar Kesepakatan

SEMARANG - Puluhan warga RW 6 Perumahan Sulanji Atas, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, memprotes pengembangan lahan oleh PT Indo Perkasa Usahatama (IPU) Semarang, Minggu (1/4) sekitar pukul 10.00.

Protes warga diwujudkan dengan cara memasang sejumlah papan pemberitahuan yang berisi batas wilayah permukiman warga setempat. Sebelum pemasangan papan, puluhan warga berkumpul terlebih dahulu di masjid RW setempat untuk melakukan kenduri.

Pemasangan papan tersebut dilakukan lantaran warga menganggap PT IPU melanggar kesepakatan tentang batas wilayah seperti yang tercantum dalam surat perjanjian bertanggal 10 Desember 2005.

Saat itu, warga dan PT IPU sepakat tentang perjanjian mengenai batas wilayah pembuatan terasering, suplai air bersih, dan lahan sabuk hijau untuk daerah yang tidak terkena daerah terasering.

Salah satunya adalah lahan PT IPU yang berbatasan dengan permukiman warga minimal berjarak 60 meter. "Namun beberapa waktu yang lalu PT IPU melanggar kesepakatan. Mereka sengaja menguruk lahan lebih dari jarak minimal 60 meter," kata Hartono (48), koordinator warga.

Padahal, lanjut dia, surat perjanjian tersebut dibuat dengan melibatkan kedua belah pihak, serta saksi Kepala Kelurahan Ngaliyan waktu itu, Amat Soleh BA. Dari PT IPU yang bertanda tangan adalah Ir Bambang Harry R SH, selaku kuasa hukum perusahaan tersebut.

Bagi warga, pemasangan papan batas wilayah tersebut dianggap sebagai salah satu langkah untuk menyelamatkan batas wilayah antara permukiman warga dengan PT IPU. Selain itu, pengurukan lahan yang kurang dari jarak minimal dengan permukiman, dianggap warga akan memengaruhi minimnya pasokan air bersih. "Sebab di sini air PDAM tidak bisa masuk, makanya warga mengambil air dari pembuatan sumur artesis," ungkap Hartono.

Atas pelanggaran kesepakatan itu, tambahnya, warga beberapa kali memberi teguran baik lisan maupun tertulis. Dari pihak PT IPU, tidak ada staf yang berani mengeluarkan pernyataan terkait protes warga Perumahan Sulanji. ''Maaf, mas. Untuk penyataan, datang saja ke kantor, Senin (2/4),'' tutur salah seorang petugas keamanan PT IPU.

Menanggapi permasalahan itu, Camat Ngaliyan, Ir Supratono berencana mempertemukan kedua belah pihak. Menurut dia, masalah itu terjadi karena tidak ada komunikasi antarkeduanya. (H21,H37-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA