logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 BANYUMAS
Line

110 Hektare Sawah Terancam Wereng

  • 10,5 Hektare Sudah Terkena

PURBALINGGA- Serangan hama wereng di Purbalingga makin meluas. Jika pekan lalu baru lima hektare sawah yang diserang, akhir pekan ini sudah 10,5 ha. Diperkirakan lahan yang diserang akan makin luas, jika hama tidak segera dikendalikan. Luas lahan yang terancam mencapai 110 ha.

Saat ini sudah tujuh kecamatan yang diserang wereng. Yaitu Kecamatan Bukateja, Kalimanah, Bojongsari, Mrebet, Kemangkon, Karanganyar, dan Padamara. ''Berkaitan dengan serangan wereng, kami sekarang sudah Siaga I,'' kata Kepala Bidang Penyuluhan dan Perlindungan Tanaman pada Dispertanhut, Suyud Efendi.

Di Purbalingga, wereng menyerang padi jenis cilamaya, cianjur, dan ketan. Dari 10,5 ha yang sudah diserang, 80% jenis cilamaya. Banyak petani yang menanam jenis padi ini, karena hasilnya bisa dua kali lebih daripada jenis lainnya. Hanya kelemahannya padi ini kurang tahan penyakit dan hama.

Untuk mengantisipasi meluasnya serangan jenis wereng cokelat itu, Dispertanhut sudah mengirim insektisida ke empat unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pertanian sekabupaten. Setiap UPTD mendapat 30 kg Applaud, yaitu insektisida untuk membunuh wereng dan membuat telur hama itu gagal menetas.

Seekor induk betina wereng yang bersayap sekali bertelur mampu mengeluarkan 150-250 telur. Induk yang tidak bersa-yap antara 200 dan 500 telur. ''Telur ini disembunyikan di pelepah batang semu dan menetas pada hari ke 3-4.

Karena itu, petani perlu menyemprot untuk mencegah telur menetas.''

Cegah Telur Menetas

Kalau telur telanjur menetas, wereng yang masih kecil tidak sampai berganti kulit untuk menjadi wereng dewasa. Sebab, dia akan mati terkena semprotan Applaud. Wereng berkembang biak dengan cara berganti kulit. Umur hama ini relatif pendek, yaitu 30 hari.

Suyud meminta petani untuk tidak hanya sekali menyemprot selesai. Penyemprotan harus diulang minimal 3 kali dengan selisih waktu dua hari. Sebab, wereng yang tidak kena semprot langsung hanya pingsan. Dan kalau sudah sehat kembali, wereng itu menjadi kebal semprotan. (F10-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA