logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 PANTURA
Line

Robot Gedeg Dimakamkan di Tulis

MASIH ingat nama Robot Gedeg? Lajang berusia 39 tahun yang mempunyai nama asli Siswanto, warga Desa Beji, Kecamatan Tulis, Batang sekitar tahun 1996-an menjadi bahan berita di media massa.

Saat itu dia ditetapkan menjadi tersangka kasus sodomi dan pembunuhan terhadap beberapa anak kecil di Jakarta. Dalam persidangan, dia oleh majelis hakim kemudian divonis hukuman penjara seumur hidup. Sudah sebelas tahun ini, Robot menjalani hukuman di LP Batu, Nusakambangan.

Selasa (27/3) kemarin, dia kembali ke kampung halamannya. Tapi bukan untuk berkumpul dengan keluarga melainkan beristirahat untuk selama-lamanya menghadap Sang Khalik setelah menderita sakit komplikasi. ''Siswanto meninggal dunia setelah dirawat RSU Cilacap. Jenazahnya tiba Senin malam sekitar pukul 21.00,'' ujar Casmadi, paman Robot Gedeg.

Diperoleh informasi, keponakannya itu dikeluarkan dari LP Batu untuk menjalani perawatan intensif di RSU Cilacap mulai Sabtu (24/3).

Di kalangan tetangga dan teman-teman sepermainan, sebenarnya Robot Gedeg dikenal sebagai sosok yang senang bercanda. ''Sejak kecil, Siswanto atau di kampung biasa dipanggal Jebor senang gu-yonan.'' imbuh Budiono.

Senangi Stasiun KA

Namun, menginjak remaja Robot Gedeg dikenal suka bermain jauh. Bahkan, sudah biasa tidak pulang ke rumah.

Tempat yang dia senangi adalah stasiun kereta api. Karena itu, dahulu kalau mencari dia di Stasiun Pekalongan pasti ketemu.

Sejak itu, dia menjadi pengembara dari stasiun ke stasiun. ''Kebiasaannya dahulu, beberapa hari di rumah kemudian pergi ke Jakarta. Lalu pulang kembali ke rumah dan pergi lagi,'' papar Casmadi.

Selanjutnya selama bertahun-tahun Robot Gedeg menetap di Jakarta. Sampai akhirnya, terjadi peristiwa yang menggemparkan itu.

Dia menuturkan, Siswanto merupakan putra ketiga pasangan Dariyah (kakak Casmadi) dengan Cardi. Anak pertama Daryati tinggal di Jakarta sedangkan putri kedua, Casiyatun, berdomisili di Yogyakarta.

Kadus Beji Drs Waluyo menjelaskan, Senin (26/2), ibu Robot Gedeg, Dariyah, didampingi putrinya Casiyatun menjenguknya yang dirawat di RSU Cilacap. Waktu itu, sekitar pukul 10.00 kondisinya masih sehat dan sempat berbincang-bincang. ''Tapi sekitar pukul 12.00 kondisi Sis memburuk dan tak beberapa lama meninggal dunia,'' ujarnya.

Sekitar pukul 10.00 jenazahnya dimakamkan. Ikut mengantarkan sampai ke tempat peristirahatan sanak famili, tetangga serta kerabat. Tampak juga Kapolsek Tulis AKP Ghufron SH serta perangat desa setempat.

Ketenaran Robot Gedeg sampai-sampai membuat seorang produser film bermaksud mengisahkan dalam layar lebar dengan mengambil lokasi di wilayah Batang. (Arif Suryoto-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA