| Rabu, 28 Maret 2007 | OLAHRAGA |
Mathias Diminta Lebih NgototJEPARA-Striker Mathias Santiago diharapkan bisa tampil lebih baik saat menghadapi Persebaya di Stadion Kamal Djunaidi Jepara, Kamis besok, setelah paceklik gol pada empat pertandingan terakhir. Pelatih Yudi Suryata mengatakan timnya akan turun dengan kekuatan penuh pada pertandingan kesembilan itu. Dia meminta Mathias bisa lebih ngotot. ''Supaya bisa mencetak gol lagi,'' lanjutnya tentang striker asal Argentina yang telah mencetak tiga gol pada delapan partai yang diikutinya. Di kubu lawan, diperkirakan Pablo Rojas bakal mengisi lini depan. Asisten Manajer Bidang Teknik Yuli Susanto mengatakan, pemain itu boleh tampil setelah absen dalam dua pertandingan terakhir timnya. Dia tampil bagus ketika ''Bajul Ijo'' kalah 2-3 di kandang Persegi Bali FC, Stadion Kapten Dipta Gianyar. ''Saya melihat Rojas menjadi pemain lini depan terbaik di timnya. Persijap akan memberikan perhatian serius pada pemain ini. Dia harus dimatikan,'' kata dia saat menunggui latihan Kasiyadi dkk di Stadion Kamal Djunaidi, kemarin. Yuli yang memantau partai Persegi vs Persebaya di Gianyar mengatakan, Rojas terkena akumulasi kartu dan tidak bisa tampil saat timnya digunduli Persis 0-5 di Stadion Manahan Solo. ''Saya perkirakan dia nanti dalam kondisi fresh dan akan menjadi tumpuan Persebaya di sini,'' tambahnya. Stoper Yudi Suryata juga menyebut Rojas sebagai pemain lawan paling berbahaya. ''Jika dia main, kami telah mempersiapkan barisan pertahanan. Kami melihat dia striker berbahaya,'' katanya. Yudi belum memastikan apakah akan menurunkan Eko Prasetyo atau Bambang Sulistyo di posisi stoper. Saat menghadapi Persegi, Yudi membangkucadangkan Eko dan memasang Bambang. ''Kami masih akan memantau kesiapan keduanya,'' kata pelatih asal Sragen itu. Selain salah satu dari dua nama itu, Evaldo dan Kasiyadi tetap siap tampil. Yudi tak meremehkan kekuatan Persebaya musim ini. Meski prestasinya masih terseok di klasemen sementara dan kalah telak pada pertandingan terakhirnya, ia tetap mewaspadai kebangkitan tim asuhan Ibnu Grahan. ''Kami akan tampil normal. Tim lawan akan memanfaatkan kelemahan kami jika tidak disiplin,'' kata dia yang 30 tahun lalu ikut mengantarkan Persebaya menjadi juara nasional. Mental Kondisi fisik dan mental Persebaya tercabik-cabik saat akan bertanding melawan Persijap. Realitas ini terlihat saat menjelang keberangkatan tim Bajul Ijo di mes Persebaya, Jalan Karanggayam, Surabaya. Beberapa pemain tertunduk lesu tanpa gairah akibat tak ada suntikan motivasi dari manajemen. Sebelumnya saat akan menjalani laga tandang, sudah jadi kebiasaan manajer tim memberikan suntikan motivasi kepada seluruh anggota tim. Tapi, hal itu tak terlibat saat keberangkatan Bejo Sugiantoro dkk. Kondisi demikian diperkirakan tak terlepas dari hasil buruk yang didapat ketika bertandang ke Solo. Kekalahan telak itu mengakibatkan mental seluruh anggota tim anjlok. "Saya akui, anak-anak belum bisa melupakan kekalahan pahit 0-5 di Solo," kata Manajer Lilik Suhartoyo. (H15,G14-22) |