logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 OLAHRAGA
Line

Penyerang Lubang Diwaspadai

SOLO -Persis tak hanya mewaspadai striker lawan. Mereka juga memperhitungkan penyerang lubang Persegi Bali FC, pada lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Manahan, besok sore. Jika barisan pertahanan rapat mengawal striker, bola biasanya disodorkan ke sang pelapis untuk kemudian ditembak ke gawang.

Guna mengantisipasi serangan-serangan demikian, Pelatih Suharno menginstruksikan para pemainnya untuk disiplin pada posisinya masing-masing. Dia juga menekankan perlunya mengadang serangan secara berlapis, mulai dari striker hingga stoper.

''Kuncinya di gelandang, yang bisa menahan tekanan atau membantu serangan bersama bek sayap,'' kata pelatih yang pernah memoles Arema Malang itu, kemarin.

Absennya gelandang bertahan Esteban Busto karena akumulasi kartu, perlu pengganti sepadan. Jika tidak menarik gelandang serang Moukwelle Ebwanga, Suharno akan menempatkan Arif ''Black'' Rahman atau Anam Syahrul.

Pria kelahiran Klaten itu memperkirakan tim tamu lebih merapatkan lini pertahanannya, guna membendung tusukan Greg Nwokolo cs. Sedangkan lini depan lebih agresif dan bermain all out guna mencuri poin di kandang ''Laskar Sambernyawa'', sebab Persegi baru saja kalah 0-2 di kandang Persijap Jepara.

Tiga Striker

Pelatih Persegi, I Made Sony Kawiarda berecana menurunkan tiga striker. Dia merencanakan menggunakan formasi 3-4-3 yang bisa dimodifikasi menjadi 3-5-2.

Dua ujung tombak yang kemungkinan besar menjadi tumpuan adalah Etougou Marcoland dan Belibi Didier.

Satu penyerang lainnya biasa ditempati kapten tim Komang Adnyana, gelandang yang biasa maju ke depan. Namun karena Komang dihukum kartu merah, Kadek Dharma Putra yang mungkin mengisi posisinya.

''Tak ada pemain Persis yang diwaspadai khusus. Hanya Alvin Kie, punya talenta dan skill bagus. Tapi karena usai menang 5-0, performa dan rasa percaya diri mereka tentu meningkat. Anak-anak harus disiplin,'' kata Sony.

Semangat juang timnya yang didominasi pemain lokal menjadi bekal utama. Tapi diakuinya, konsentrasi pemain masih jadi kendala.

Delapan gol yang bersarang ke gawang timnya, disebabkan kurangnya konsentrasi pemain, terutama dari bola-bola mati. Selisih waktu satu jam antara Bali dan Jawa juga jadi problem. ''Kita masih sulit adaptasi soal perbedaan waktu itu,'' tambahnya.(D11-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA