| Rabu, 28 Maret 2007 | OLAHRAGA |
Boaz Bakal Mulus BeradaptasiJAKARTA -- Setelah mengalami kekalahan dalam dua laga awal babak penyisihan Grup C Pra-Olimpiade 2008 Zona Asia, timnas U-23 optimistis menundukkan Lebanon. Pertandingan itu bakal dimainkan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, malam ini. "Target kami menang. Tidak akan ada instruksi untuk bertahan pada pertandingan nanti. Lebanon bisa dikalahkan," kata Pelatih Kepala Bambang Nurdiansyah di Senayan, kemarin. Mantan pelatih PSIS Semarang itu yakin pasukannya bisa mengulang sejarah manis yang pernah ditorehkannya pada 2003. Saat berduet bersama Mundari Karya dalam membesut timnas U-23 pada babak prakualifikasi Pra-Olimpiade Athena, Indonesia memang 1-0 atas Lebanon di Jakarta. Gol itu diciptakan Agus Indra Kurniawan menit ke-54, memanfaatkan umpan Zaenal Arief. Kali ini, Bambang bertambah semangat, karena timnya baru saja mendapat pasokan amunisi segar, yaitu duet Boaz Solossa dan Kornelius Kaimu. Dua striker milik Persipura Jayapura itu diharapkan bisa memecah kebuntuan timnya, yang hingga kini belum sekali pun mencetak gol ke gawang lawan. "Mereka dipanggil untuk mempertajam lini depan," tuturnya. Boaz diperkirakannya bakal mulus beradaptasi. Begitu juga dengan Kornelius. "Sepertinya mereka tidak akan kesulitan beradaptasi dengan tim, karena striker hanya menunggu bola dari tengah," tuturnya. Namun, Bambang belum mau mengungkapkan strategi serta pemain yang akan diturunkannya. Bawa 18 Pemain Dari surat lewat faksimile yang disampaikan Sekjen Federation Libanaise De Football Association (FLFA) Rahif Alameh, tim tamu datang ke Jakarta dengan kekuatan 18 pemain didampingi tujuh ofisial. Berikut nama-nama mereka: Ofisial: Ahmad Kamareddine (pimpinan rombongan), Adnan Mekdache (pelatih kepala), Emile Rustom (bendahara), Jihad Mahjoub (pelatih kiper), Hassan Choughari (bagian administrasi) , Tarik El Aynein (fisioterapis) , dan Ahmad Fakhi Eddine (bagian perlengkapan) Pemain: Hassan Bittar, Hassan Moghneh, Ali Ai Saidi, Hussein Amine, Mootaz Bellah El Jounaidi, Saad Eddine Balhawan, Haitham Fattal, Hamzeh Salameh, Ali Yaacoub, Hassan Mattouk, Akram Moughrabi, Zakartia Charara, Tarek El Ali, Jihad El Helwi, Wissam Nassar, Ali Hamie, Hassan Hammoud, Dia El Hussein Berro. Untuk laga itu FIFA menugaskan perangkat pertandingan dari Bangladesh, yakni Gosh Ram Khrisna (wasit), dibantu dua asisten Islam Md Shahidul dan Sarker Md Abdul Munaf. Wasit cadangan, Miron Abdul Hannan, sedangkan pengawas pertandingan Shahir Ahmed. Lebanon dan Indonesia sama-sama sudah menjalani dua pertandingan. Namun, anak-anak asuhan Adnan Mekdache telah mengantongi poin tiga hasil mengalahkan Oman 1-0 pada pertandingan keduanya. Sedangkan dalam partai perdana dikalahkan Vietnam 0-2 di Hanoi. Taufik Kasrun cs belum memperoleh poin. Pasukan Merah Putih menyerah dari Oman 0-3 di Muscat dan ditundukkan Vietnam 0-1 di Makassar. Dari empat kesebelasan yang berada Grup C, posisi teratas ditempati Vietnam yang mengumpulkan nilai enam, disusul Oman, Lebanon dan terakhir Indonesia. Mundari Karya yang kini mena-ngani tim Persikota berpendapat tuan rumah berpeluang meraih tiga angka. Walau demikian, Mundari mengingatkan banyak pemain muda Lebanon yang bertualang di klub-klub Eropa. "Dari dulu banyak pemainnya yang ikut klub-klub Prancis," katanya. (wgm-22) |