| Rabu, 28 Maret 2007 | OLAHRAGA |
Tes Doping untuk Atlet SEA Games DiperketatJAKARTA- SEA Games 2007 di Nakhor Ractkashima, Thailand, akan menerapkan prosedur antidoping paling ketat dalam sejarah pesta olahraga dua tahunan Asia Tenggara itu. Komisi Antidoping ASEAN akan melakukan tes dua kali lebih banyak dari tes doping SEA Games terakhir. Setidaknya akan ada 10 persen dari total atlet SEA Games, Desember mendatang, yang bakal menjalani uji saring secara acak. Hilary Inwood, direktur Organisasi Antidoping Regional Asia (RADO) dalam siaran persnya kemarin menjelaskan, tes doping ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas olahraga kawasan ASEAN. "Diperkirakan 6.000 atlet akan ambil bagian dalam SEA Games tersebut," kata Inwood dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Badan Antidoping Dunia (WADA), organisasi internasional independen yang memerangi doping dalam olahraga. "Jadi kita paling sedikit akan menangani 600 sampel," tambahnya. Inwood mengatakan bahwa tes tersebut akan merupakan tes terketat yang dilakukan dalam sejarah SEA Games. Dengan pembentukan RADO cabang Asia Tenggara, sebuah konsep yang diprakarsai WADA, kawasan ini akan mampu menghimpun sumber dayanya dan bekerjasama memerangi kecurangan penggunaan obat terlarang. "Selama ini kami tidak bisa melakukan hal itu di Asia Tenggara. Sekarang, dengan terbentuknya organisasi ini, anggaran tersebut akan diambil dari berbagai negara, bukan hanya mengandalkan tuan rumah seperti yang kita lakukan selama ini," katanya. "Jadi kita akan mempunyai lebih banyak anggaran. Oleh karena itu, kita kini dapat lebih banyak melakukan tes," katanya. RADO dibentuk bulan Mei tahun lalu dan berpusat di Thailand. Negara anggota lainnya adalah Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste, dan Vietnam. (D3-40) |