logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 OLAHRAGA
Line

Peirsol Pecahkan Rekor Dunia

MELBOURNE- Perenang Amerika Serikat, Aaron Peirsol, mempertajam rekor dunia atas namanya sendiri pada nomor 100 meter gaya punggung Kejuaraan Dunia Renang di Melbourne, Selasa (27/3). Peirsol merebut medali emas dengan catatan waktu 52,98 detik untuk mempertajam 0,19 detik rekor dunia sebelumnya (53,17) yang dia cetak di Indianapolis tahun 2005.

Ryan Lochte dari AS mencapai finish urutan kedua dengan catatan waktu 53,50 detik. Dia masuk ke final sebagai yang tercepat dalam kualifikasi. Perenang Inggris, Liam Tancock di posisi ketiga dengan catatan waktu 53,61 detik.

Peirsol (23) sudah memenangi nomor 100 meter dalam tiga kejuaraan dunia terakhir dan tengah mengincar kemenangan keempatnya pada nomor 200 meter akhir pekan ini.

Pemecahan rekor juga diciptakan perenang putri Italia, Federica Pellegrini. Dia mencetak rekor dunia satu menit 56,47 detik untuk nomor 200 meter gaya bebas putri di semifinal. Pellegrini lebih cepat 0,17 detik dari rekor dunia sebelumnya 1:56.64 yang dicetak Franziska van Almsick dari Jerman pada kejuaraan Eropa 2002 di Berlin.

Ditangkap Polisi

Namun hiruk-pikuk kejuaraan itu kemarin ternoda. Polisi menahan salah satu pelatih tim Ukraina setelah gambar-gambar televisi memperlihatkan dia sedang berkelahi dengan seorang atlet putri. Pria berusia 38 tahun itu --yang tidak disebutkan namanya-- dimintai ke-terangan oleh polisi. Akreditasinya di event tersebut dicabut oleh otoritas renang dunia, FINA, setelah para pejabat melihat gambar-gambar televisi yang diambil di tempat berkumpul para perenang sebelum bertanding di Rod Laver Arena.

Pria itu tampak berusaha menghibur perenang putrinya. Tetapi keduanya kemudian berbaku hantam. Di akhir tayangan, perenang putri itu tampak tergeletak di lantai, sementara sang pelatih menghiburnya.

"Gambar televisi itu memperlihatkan insiden antara seorang perenang dan pria yang tampaknya merupakan ofisial tim," kata polisi. "Polisi Victoria sangat memperhatikan keselamatan atlet dan kami segera mencari tahu identitas mereka yang terlibat, khususnya yang perempuan."

"Dia kini berada dalam pengamanan polisi Victoria dan sedang dimintai keterangan. Kami sudah mengidentifikasi si pria, ia adalah pria Ukraina berusia 38 tahun, yang merupakan ayah dan pelatihnya. Pria itu juga di-mintai keterangan berkaitan dengan insiden tersebut," tambah polisi itu.

Ia menambahkan perenang yang tidak disebutkan namanya itu tidak meminta perawatan medis. Ketua FINA, Michael Scott mengatakan pihaknya bertindak cepat dalam menangani situasi tersebut dan dalam melakukan investigasinya sendiri.

"Apa yang terjadi malam ini tidak bisa diterima. Tidak bisa diterima di Australia, tidak bisa diterima di mana pun di dunia. FINA telah melakukan proses disiplin dan kami sedang menunggu hasilnya," katanya. (ant-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA