logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 OLAHRAGA
Line

Mark Webber Uji Sirkuit Singapura

SINGAPURA- Keinginan Singapura untuk menjadi tuan rumah balap mobil Grand Prix Formula Satu (F1) tampaknya tidak main-main. Mereka sangat serius dan bergerak dengan cepat.

Singapura bahkan telah mengontrak pembalap tim Red Bull asal Australia, Mark Webber. Koran Straits Time kemarin melaporkan, Webber ditugaskan menguji kondisi jalan-jalan di negara kota itu akhir pekan ini sebelum mereka mengajukan proposal lengkap ke penyelenggara F1.

Saat ini, negara berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa itu sedang melakukan pembicaraan dengan bos Formula Satu, Bernie Ecclestone mengenai keinginan negara itu menjadi tuan rumah grand prix sirkuit jalan raya. Singapura --jika proposalnya disetujui-- mungkin akan menggelar balapan pada malam hari di bawah sorotan lampu, yang pertama untuk olahraga tersebut.

Koran tersebut menambahkan, Webber akan mengendarai Porsche 911 GT3 untuk uji coba Sabtu depan dengan laju "masih dalam batas kecepatan legal".

"Kami tidak punya cukup waktu untuk mendapat izin melaju dengan kecepatan tinggi," kata Jyn Wee, brand manager Red Bull di Singapura. GT3 mempunyai kecepatan hingga 300 kilometer per jam (kph) dan dapat berjalan mulai dari 0 hingga 100 kph dalam kurang dari lima detik.

Saat ini, GP F1 telah memiliki 17 seri. Empat seri di antaranya digelar di kawasan Asia, yakni Malaysia (8 April), Bahrain (15 April), Jepang (30 September), dan China (7 Oktober). Selama ini, Malaysia --yang menggelar event F1 sejak 1999, terbilang sukses dalam penyelenggaraan. Negara jiran itu umumnya membidik penonton domestik dan kawasan Asia Tenggara.

Jika proposal Singapura diterima oleh otoritas F1, maka akan terjadi persaingan antardua negara tersebut. Kontrak Malaysia sebagai penyelenggara baru berakhir 2010 dan mereka telah melakukan negosiasi untuk melakukan perpanjangan kontrak tersebut.

Protes Spyker

Sementara itu, tim F1 Spyker kemarin resmi melayangkan keluhan ke otoritas balap mobil terbesar di dunia itu dengan menuduh Super Aguri dan Toro Rosso melanggar aturan karena menggunakan chasis tim lain.

Situs autosport.com melaporkan, kasus tersebut akan diperiksa oleh kamar dagang di Lausanne yang memiliki kekuatan untuk memutuskan perselisihan yang berhubungan dengan persetujuan Concorde. Perjanjian itulah yang mengatur sisi komersial F1.

Super Aguri dan Toro Rosso yang dituduh menggunakan chasis sama dengan tim rekanannya dan tidak menggunakan chasis mereka sendiri, seharusnya menerima pemberitahuan resmi dari tuduhan itu dalam beberapa hari.

Toro Rosso menggunakan chasis yang sama seperti yang digunakan Red Bull, sedangkan Super Aguri menggunakan bagian bawah mobil dari Honda. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA