| Rabu, 28 Maret 2007 | WACANA |
Surat PembacaWaspadai DBAkhir-akhir ini penyakit DB banyak menyerang baik anak-anak maupun orang dewasa. Program 3M (menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas) sebaiknya betul-betul dilaksanakan disamping menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Banyak sudah korban yang berjatuhan akibat dari nyamuk yang mematikan itu. Sebaiknya pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan di setiap rumah penduduk. Gejala DB timbul bila badan panas selama 3 hari, muntah-muntah dan ada bintik-bintik merah. Bila tanda itu muncul maka korban harus segera dibawa ke rumah sakit, jangan menunda. Nyamuk ini aktif pada pagi hari dan karena itu waspadalah bagi yang biasa tidur di pagi hari terutama balita. Genangan air merupakan sarang bagi berkembangbiaknya nyamuk. Mari biasakan hidup bersih agar sehat senantiasa. Hidup sudah susah apalagi kalau sakit, lebih susah lagi. Saya imbau pemerintah membebaskan biaya rumah sakit bagi penderita karena sudah merupakan kejadian luar biasa. Septiana Purwandari Siswa SMAN 2, Kendal Pembangunan di Balai Pertanian Jaken Kasus ini terjadi saat pembangunan gedung Balai Penelitian Pertanian di Kecamatan Jaken Pati sekitar bulan Oktober s.d November 2006. Saya supplier dan aplikator pemasangan kuda-kuda baja ringan pada proyek tersebut. Awalnya karena proyek pemerintah, mestinya teratur dan nyaman (dari segi pembayaran). Ternyata saya keliru. Banyak penyimpangan dan yang jelas proyek tersebut dipindahtangankan dari kontraktor CV Endah Jaya sebagai pemenang tender kepada pemborong yang lain. Anehnya lagi ternyata ada selisih harga borongan/kontrak yang tertulis di papan proyek yang sebesar Rp 635 juta tapi di kontrak baru dengan pemborong baru hanya sebesar Rp 465 juta (fotokopi terlampir). Jelas ini merugikan negara tapi pihak Dinas Pertanian yang mengetahui hal tersebut nampaknya diam. Saya adalah aplikator yang belum terbayarkan, padahal material sudah terpasang dan selesai 100%. Saya mohon pihak yang berkompeten membantu termasuk banyak pula suplier lain yang juga belum terbayarkan. Bagaimana mungkin negara akan maju, jika SDM yang kita punya melakukan korupsi dan kolusi. Sedang orang yang bekerja keras tanpa bantuan negara malah harus tertindas tanpa keadilan dan hukum yang pasti. M Dony Sulistya Perum Tmn Puei Sartika B-118 Sukorejo, Gungungpati Semarang *** Susi Kembalilah Teman saya sejak SD sampai SMP bernama Susilowati telah pergi dari rumahnya sejak Desember 2006. Dia terakhir tercatat sebagai siswi kelas VIII A SMP Negeri 7 Purwodadi. Kabarnya dia berada di Semarang lalu pindah Brebes dan terakhir di Jakarta. Susi, kembalilah. Kami, teman-teman merindukanmu. Bila ada pembaca yang mengenal teman saya yang kulitnya putih dan rambut sebahu tersebut, mohon hubungi saya. Oktavianti/Afika Isyani Siswa SMPN 7 Purwodadi *** Perang Teluk Part II ? Sepertinya AS akan melanjutkan episode Perang Teluk. Kali ini Iran yang dibidik dengan dalih mereka mengembangkan teknologi pengayaan uranium pada tahap pembuatan senjata nuklir. Integritas Badan Energi Atom Dunia (IAEA) pun dilecehkan. Sebab sebenamya lewat investigasi 200 orang lebih tenaga ahli lAEA ternyata hasilnya nol besar. Iran hanya mengayakan 13,6 % uranium sementara untuk nuklir butuh pengayaan 90 %. Bukankah sebuah perbandingan yang cukup besar (sekitar 1; 7). Sama dengan di Irak. IAEA yang notabene merupakan badan PBB pengawas energi nuklir kecele saat investigasi di Irak. Tapi AS mbrekengkeng bahwa Irak memiliki senjata pemusnah masal. Tak tahukah bahwa akibat ke-mbergudulan-nya hampir 3.000 prajurit muda AS mati konyol, 56.000 prajuritnya bercerai, ribuan lagi cacat fisik. 25 % gangguan jiwa parah dan 31 % gangguan psikososial dari 143.788 veteran perang Irak dan Afghanistan yang terkena gangguan mental. Sebuah tumbal dari usaha sia-sia Bush untuk menguasai minyak Irak. Karena adanya kepentingan etnis, maka bila Amerika mundur dari Irak pun belum tentu tidak ada lagi bom bunuh diri dan suara desingan peluru. Bicara masalah senjata nuklir justru sebenarnya Amerika yang kali pertama mengembangkan senjata nuklir pada era Perang Dunia II karena takut pada Adolf Hitler dengan Nazi-nya. Amerika juga negara satu-satunya yang pernah menggunakan senjata nuklir untuk menyerang negara lain (Hirosima dan Nagasaki). Amerika juga yang kali pertama mengembangkan bom Hidrogen (1952-Ivy Mike dan 1954-Castle Bravo). Coba, sudah gitu aja kok ya masih saja serakah. Iran juga telah menandatangani NPT (Traktat Non Proliferasi Nuklir). Bandingkan dengan Israel yang tidak mau menandatangani NPT dan juga tidak mau memberikan konfirmasi tentang nuklirnya. Israel diperkirakan telah melakukan uji senjata nuklir dengan Afrika Selatan pada tahun 1979 dan memiliki 340 s.d 440 senjata nuklir. Ck.. ck...Namun, selain ke Israel sebenarnya AS juga kalah dengan Katrina, Cindy, Camille, Andrewi, Isabel, Hugo, Charley serta Ivan yaitu badai topan langganan Negeri Paman Sam sendiri Noor Rofiq Jl Wamena V/226-229, Ungaran *** Balap Liar di Arteri Setiap malam di atas pukul 20.00 WIB, di sepanjang Jalan Arteri Semarang nampak terlihat ramai dan tak jarang orang mengendarai motor dengan ugal-ugalan. Yang lebih parah, setiap malam Minggu banyak anak muda yang berkumpul di pinggir jaian untuk kemudian mengadakan balap motor atau biasa disebut trek trekan. Mereka memanfaatkan kondisi jalan yang sepi serta jarang dirazia polisi. Tak sedikit warga mengeluhkan suara bising tapi tak satu pun berani melarang. Mungkin hal ini karena jumlah pembalap kecil itu terlalu banyak. Alangkah baiknya bila sekali waktu polisi mengadakan patroli di seputar Jalan Arteri Semarang agar keadaan kembali tenang dan damai. Sunyoto Jl Panda Timur Ill/40, Semarang *** Undian Berhadiah Belum lama ini ayah mendapat surat dari sebuah perusahaan yang isinya mendapatkan hadiah berupa TV, DVD, HP, kamera dan lainnya. Sampai di tokonya ayah diajak ngobrol dan akhirnya diminta ambil undian. Ternyata mendapat hadiah berupa kamera, serta hadiah istimewa. Karena begitu gembira ayah sampai tidak sadar saat ditanya apakah punya ATM. Dengan tanpa curiga ayah menyerahkan ATM untuk dipinjam dan digesek sejumlah Rp 5 juta. Saat perjalanan pulang ayah baru sadar kalau terkena tipu lewat hipnotis. Beliau terpaksa membeli barang yang sebenarnya tak ingin dibeli. Saya sampaikan masyarakat agar berhati-hati bila mendapat undangan berhadiah dari sebuah perusahaan. Jangan percaya dengan janji pada undangan tersebut agar tidak tertipu. Astri Yuli Setyaningrum Jl Mahesa Selatan IV/51, Semarang *** Soal Kasir BAF Bawen Barkaitan dimuatnya surat saya 13 Maret 2007 berjudul "Kasir PT BAF Bawen", saya terima kasih kepada pihak manajemen yang dengan cepat dan tanggap menindaklanjuti masalah tersebut. Saya mohon maaf kepada Ibu Lany yang saat ini sebagai kasir PT BAF Bawen. Sebab sesungguhnya surat tersebut bukan sayas ditujukan kepada Anda tetapi orang lain yang pernah mengisi posisi kasir di Bawen (mungkin karena ada rotasi). Dengan klarifikasi ini saya berharap pihak manajemen dalam memberikan pengarahan dapat sampai kepada orang yang tepat. Widi Indarwanto Lodoyong RT 5/RW 5, Ambarawa *** Cita-Cita Mama Saya sebagai putri dari seorang ibu yang baik, amat bangga dengan cita-cita mamaku. Mamaku sejak kecil punya cita-cita ingin menjadi guru tapi karena situasi ekonomi, cita-cita mama tidak tercapai. Walau demikian mamaku senang sekali memberi pelajaran pada siapa saja dan sayang terhadap anak kecil. Berbagai cara ditempuh tetapi tidak bisa karena pendidikannya cuma SLTA. Mama beberapa waktu lalu ikut tes sebagai pendidik play group di Ungaran. Meski hujan, mama tak mengenal putus asa, namun usahanya untuk menjadi pendidik tetap gagal. Kasihan mama yang selalu mengalami kegagalan. Saya ingin mewujudkan cita-cita mama. Ayahku hanya seorang sopir dan mamaku sekarang tidak kerja, Adakah yang ingin menerima mama meski hanya menjadi guru TK/play group, wiyata bakti atau apa pun. Yang terpenting saya bisa membantu, saya sangat menyayangi mamaku. Teshalia (Siswa Kls V SD) Jl Gemah Jaya 52, Semarang *** Memesonakan Simpanglima Ketika jalan-jalan di Simpanglima Semarang pada minggu pagi, isteri saya nyeletuk; "Kalau ke Simpanglima saya ingat Inggris. Di sana ada tempat khusus untuk PKL dan masyarakat dapat belanja tanpa diganggu kendaraan. Mendengar bicaranya itu lalu saya teringat "Pesona"-nya Wali Kota yang sedang merencanakan Semarang Pesona Asia. Memang kalau saya mengamati kawasan Simparglima, ada keunikan tersendiri yang barangkali tak semua orang pernah merasakan. Simpanglima adalah potret Kota Semarang. Atas dasar ini saya mengusulkan kepada Pak Wali mungkin bisa diolah menjadi salah satu andalan "SPA" yang menghidupkan ekonomi rakyat. Mulai sekarang sudah dapat diujicoba yaitu setiap minggu pukul 05.00 kendaraan dilarang melewati Simpanglima. Kemudian membentuk badan pengelola khusus yang beranggotakan para tokoh masyarakat. Namun saya usul agar warga juga perlu mulai dididik untuk belajar disiplin serta perangkat hukum juga disiapkan dengan baik. Saya mendukung Satpol PP mengawasi kawasan Tugu Muda dari anak jalanan. Sedang perangkat hukum perlu disiapkan agar jangan sampai ada wisatawan tertimpa pohon seperti yang terjadi belum lama ini. Semoga tulisan kecil ini terbaca para tokoh Semarang. Parmanto SH MHum Jl Meranti Raya 301 Banyumanik, Semarang LPI Hidayatullah-ku Kepada pengurus Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang, saya bangga atas kemajuan pendidikan yang bapak/ibu pimpin mulai kelompok bermain, TK sampai SMA. Semoga pengurus dan pengelola bisa menjalankan apa yang menjadi cita-cita awal pendirian yayasan/pendidikan. Namun saya sedikit kecewa atas keputusan Kepala Sekolah SD Islam Hidayatullah yang menyatakan bila orang tua belum melunasi uang gedung, maka anak tidak diperbolehkan masuk sekolah. Keponakan saya sudah satu bulan ini tidak boleh masuk karena ortunya belum membayar uang gedung, padahal SPP setiap bulan tetap membayar. Saya menyarankan keputusan itu ditinjau ulang agar program pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun bisa terlaksana dan pengelola mendapat ridho dari Allah SWT. Namamu sudah besar dan semoga besar juga jiwamu. Kepada yang senabis dengan keponakan saya, tetaplah tabah dan berjuang untuk memenuhi apa yang diminta kepala sekolah. Eni Handayani AMd Jl KH Sirojudin 4 Tembalang, Semarang *** Kecewa PT Ajisaka Saya kecewa kepada PT Ajisaka pengembang Perum Puri Dinar Elok Tembalang Semarang. Saya akad kredit 26 Desember 2005 dengan kondisi bangunan 70 % dan uang muka harus rnasuk 100 %. Saat itu saya belum mau, tetapi pihak pengembang mendesak untuk akad kredit. Karena kontrakan hampir habis, tanpa pikir panjang akhirnya saya menyetujui. Saat akad kredit, direktur Ajisaka memberi sambutan bahwa bila ada yang komplain pasti akan ditindaklanjuti dan berjanji sekitar Juni 2006 sarana dan prasarana sudah siap pakai. Setelah saya menunggu setahun, ternyata belum ada realisasi. Walau belum listrik terpasang dan jalan juga belum ada pengerasan serta setiap kali hujan jalan pasti berlumpur/licin tetapi saya tempati. Tepatnya 24 Desember 2006 saya berharap pengembang memenuhi hak konsumen karena kewajiban sudah dipenuhi. Saya sering menanyakan kapan listrik menyala, kenyataan mereka saling lempar tanggung jawab. Kepada PT. Ajisaka saya imbau menyelesaikan PR-nya kepada konsumen yang terbengkalai, sebelum mengembangkan perumahan lagi. Kepada masyarakat saya imbau sebelum membeli rumah di cek dulu pengembangnya. Harapan membeli rumah adalah nyaman ditempati, tapi kenyataannya mengecewakan. Suwito Pedurungern Tng IIIB/5, Semarang *** Cabut PP 37 / 2006 Setelah membaca perjalanan revisi PP 37/2006, saya mendukung gabungan LSM Kendal bahwa yang terbaik bagi pemerintah adalah mencabut PP 37/2006 bukan revisinya. Termasuk cara pengembalian uang yang terlanjur diterima anggota Dewan yang terlalu lunak dan seterusnya. Kemudian dalam Kongres LVRI se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta tanggal 25 s.d 29 Maret 2007, saya berdoa semoga pemerintah memperjuangkan untuk meningkatkan kesejahteraan para Perintis Kemerdekaan/Veteran (PKRI). Saya pengurus Markas Cabang Legiun Veteran RI Kabupaten Kendal periode 2007 s.d 2010, mantan Sekretaris DPRD Kendal periode 1980 s.d 1985, Sekretaris BP7 tahun 1986 s.d 1988. Saya juga pernah ditawan Belanda di Nusakambangan mulai tanggal 21-10-47 s.d 30-4-1949 (fotokopi verklaring/ontslagbewijs terlampir). M.Soegito Santoso Jl Waluyo 12, Kendal *** Fitnah demi Oplah? "Soal organisasi yang diikuti, menurut sepengetahuan Tri, Sikas tidak pernah terlibat kegiatan ormas Islam seperti LDII, FPI, MMI, atau Hizbut Tahrir. Dia menyatakan, Sikas hanya sering beraktivitas di majelis tafsir Alquran di desanya dan aktif mengajar di TPA (Taman Pendidikan Alquran)" Kalimat tersebut saya kutip sesuai aslinya tanpa menambah titik, koma maupun huruf dan spasi dari koran terbitan Surabaya 23 Maret 2007. Kalau yang dimaksud wartawannya bahwa "majelis tafsir Alquran" dalam adalah Majelis Tafsir Alquran (MTA), jelas telah melakukan fitnah keji, pemalsuan fakta dan kebohongan terhadap publik, menimbulkan keresahan dan memecah belah kerukunan beragama. Rumah saya sekitar 1 km dari TKP penemuan bahan peledak yang menghebohkan itu. Setiap minggu sore di rumah saya ada pengajian rutin MTA. Sejak rintisan pengajian 5 tahun lalu hingga resmi menjadi cabang MTA Bendosari 3, September 2006 sampai kini tidak ada peserta bernama Sikas seperti diberitakan media Surabaya tersebut. Cabang lain di seluruh Indonesia pun setelah saya cek lewat kantor pusat di Surakarta juga tidak menunjukkan ada peserta pengajian dengan identitas tersebut. Peserta pengajian di cabang mana pun semua terdaftar. Jadi jelas Sdr Sikas yang diberitakan sebagai pelaku penimbun bahan peledak tersebut bukan warga MTA. Saya tidak yakin wartawannya berita belum mengenal MTA dan saya yakin saat menulis kata "majelis tafsir Alquran" dia dalam keadaan sadar. Hal ini mengingat profesi wartawan memerlukan kecerdasan, profesi yang menjunjung tinggi etika dan moralitas. Sejak dulu berita bom dikait-kaitkan dengan terorisme dan selalu memperoleh perhatian besar hingga potensial mendongkrak oplah medianya. Jadi seharusnya dengan menulis apa adanya, tanpa harus menambahi dengan fitnah, kebohongan dan pemalsuan fakta pun berita seperti itu tetap laris. Wartawannya mungkin tidak menyadari akibat keteledorannya telah merugikan orang lain, keluarga dan masyarakat. Saya dan keluarga secara langsung dirugikan berharap media tersebut segera mengklarifikasi sebelum dampak negatif tulisan tersebut makin meluas dan membahayakan kerukunan umat beragama. Bibit Sekretaris MTA Cab Bendosari 3, Sukoharjo |