logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 KEDU & DIY
Line

Serabut Kelapa Diekspor ke China

KEBUMEN - Peluang ekspor hasil kerajinan Kebumen makin terbuka. Permintaan ekspor serabut kelapa ke China mencapai 20 kontainer per bulan. Pengrajin Kebumen baru mampu memenuhi kurang dari dua kontainer.

Menurut Kasubag TU Dinas Perindagkop Kebumen Drs Sigit Basuki, Senin (27/3) kemarin, serabut kelapa atau coco fiber itu banyak diminati di China dan Hong Kong untuk jok kendaraan atau jok kursi tamu.

Januari lalu ekspor serabut kelapa dari Kebumen ke China mencapai 18 ton. Bulan berikutnya meningkat menjadi 38 ton. Bahan tersebut sebenarnya melimpah. Kebumen memiliki sentra tanaman kelapa di sepanjang pantai selatan. Mulai dari Kecamatan Mirit, Ambal Petanahan, Puring, dan Ayah.

Selain itu, juga menerima bahan baku dari Purworejo, Yogyakarta, dan Cilacap. Namun kendala selama masih minimnya mesin pres. Mesin jenis hidrolis itu baru ada di Kecamatan Petanahan dan Kecamatan Buluspesantren, sebagai sentra penghasil serabut kelapa.

Basuki berharap, tahun ini ada penambahan mesin pres. Dengan begitu kapasitas produksi serabut kelapa bisa meningkat. Apalagi permintaan mancanegara cenderung meningkat. Peluang pasar itu, antara lain juga ke Jepang, Korea dan sebagainya.

Dia mengaku, lega setelah salah seorang pengrajin, H Roleman, dari Petanahan kini mampu menciptakan alat pengurai serabut kelapa, alat pengayak serabut kelapa.

Basuki menyatakan, saat ini ada beberapa hasil kerajinan yang berpeluang menembus pasar ekspor. Selain serabut kelapa, juga anyaman pandan dan hasil kerajinan tangan dari kelapa, pandan, tapas, bambu dan sebagainya. Salah seorang pengrajin, Yahya Mustofa, warga Kelurahan Selang, kini mampu mengekspor kerajinan tersebut ke Eropa dan Amerika. Yahya mengaku, omzet tiap bulan sekitar Rp 350 juta. (B3-34)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA