logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 KEDU & DIY
Line

Harga Gabah di Purworejo Anjlok

PURWOREJO - Harga gabah di Kabupaten Purworejo dalam sepekan terakhir anjlok. Untuk harga gabah kering panen (GKP) hanya laku Rp 1.500/kg. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) laku Rp 1.800 sampai maksimal 2.000/kg.

Sejumlah petani yang ditemui Suara Merdeka kemarin mengaku mengalami kerugian besar dengan harga gabah yang tidak menentu. Lusiman (43) petani di Desa Segaluh, Bagelan mengeluhkan, harga gabah saat ini tidak sebanding dengan harga beras yang masih tinggi.

ìHarga beras sekarang masih Rp 4.500 sampai Rp 5.000/kg. Tapi harga gabah tidak menyesuaikan. Sepertinya kerja keras petani tidak ada harganya,î ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelum banyak petani yang memanen padi, gabah basah masih bisa laku Rp 1.800/kg dan gabah kering siap giling laku Rp 2.300/kg. "Harga itu saja petani belum untung, apalagi dengan harga yang sekarang," katanya.

Menurut Lusiman, harga gabah di pasaran tergantung cuaca. Anjloknya harga gabah saat ini dikarenakan hujan terus dalam sepekan terakhir.

Akibatnya, gabah kering yang siap giling jumlahnya terbatas. Sementara saat ini para tengkulak enggan membeli gabah basah. ìKalaupun mau membeli (gabah basah) seenaknya saja memberikan harga,î keluhnya.

Senada dengannya, Supriyadi (51), petani di Desa Jenar Purwodadi mengungkapkan, sejak dua hari yang lalu ia memanen padinya.

"Bakul saya tawari gabah basah pada enggak mau. Mereka maunya sudah dikeringkan. Itupun harganya hanya Rp 1.800/kg. Jangankan untung, bisa balik modal saja sudah beruntung," katanya.

Petani lain, Sukiman (52) mengharapkan harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok sebesar Rp 1.730/kg bisa dinaikkan. Pasalnya, harga tersebut dinilai sudah tidak layak dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, petani baru bisa memperoleh keuntungan jika harga GKP bisa mencapai Rp 2.000/kg dan harga GKG bisa mencapai Rp 2.500/kg. "Paling tidak sebesar itulah," katanya.

Sukiman juga mengharapkan agar rencana Bulog yang akan membeli semua gabah petani bisa segera direalisasikan. Jika tidak, harga gabah akan dimainkan para tengkulak. Sementara petani tidak bisa berbuat banyak karena terdesak keadaan. (nur-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA