| Rabu, 28 Maret 2007 | INTERNASIONAL |
Reuni Keluarga lewat Video LinkSEOUL - Kemajuan teknologi telah menjembatani keterpisahan warga Korea. Berkat teknologi video link, warga Korea Utara Jong Won-yong (74) kemarin berbicara dengan tiga adiknya yang telah berpisah darinya selama lebih dari 50 tahun lalu. ''Saya kira kalian sudah meninggal,'' kata Jong kepada tiga adiknya yang berada di Seoul. Itu merupakan kata-kata pertama Jong kepada ketiga adiknya. Keluarga mereka terpisah sejak meletusnya Perang Korea 1950-1953. Penggunaan teknologi komunikasi itu menandai dimulainya kembali reuni keluarga yang terpisah akibat perang tersebut. Tahun ini, tidak ada pertemuan langsung dalam reuni mereka. Sebab, perundingan mengenai reuni keluarga Korsel-Korut itu terhenti setelah Pyongyang melakukan tes bom nuklir dan rudal balistik. Bulan lalu, ketika Korut sepakat mengakhiri program nuklirnya, pejabat kedua negara memulai kembali perundingan mengenai reuni keluarga dua Korea. Blokir Internet ''Saya selama ini tidak tahu bahwa kalian masih hidup,'' kata Jong. Jong duduk di sebuah studio di Pyongyang. Seperti warga Korut lainnya, dia mengenakan emblem bergambar Kim Il-sung (pendiri negara komunis itu). Dia tak kuasa menahan tangis saat melihat wajah ketiga adik perempuannya melalui layar video. Ketika bercerita mengenai orang tua mereka yang sudah meninggal, adik-adik Jong menangis terisak. Mereka menjelaskan bahwa ayah mereka meninggal karena stroke di Seoul tiga tahun lalu. Saat Jon bertanya di mana mereka tinggal, ketiga adiknya mendekatkan kartu pengenal mereka ke monitor. Namun tindakan itu sebenarnya tidak ada gunanya. Sebab, Korut dan Korsel melarang korespondensi surat pribadi dan kontak telepon di antara warga mereka sejak tahun 1953. Keluarga Jong hanyalah salah satu dari 120 keluarga yang ''dipertemukan'' dengan bantuan video link. Akibat hubungan kedua negara memburuk setelah tes bom nuklir Pyongyang Juli 2006, Seoul memblokir puluhan situs internet pro-Korut. ''Kami tidak melarang begitu saja situs-situs internet yang pro-Korut,'' kata Kim Chul-whan, pejabat Komisi Keamanan Internet Kementerian Informasi. ''Kami memblokir situs-situs yang memuji pemerintah Korut, Kim Il-sung, dan Kim Jong-il, serta melakukan propaganda untuk Korut.'' Han Wang-sang, ketua Palang Merah Korsel yang mengadakan reuni melalui video link itu, mengatakan banyak warga yang terpisah itu kini sudah berusia tua sehingga mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk berusaha bertemu dengan kerabat.(rtr-ben-26) |