logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Maret 2007 INTERNASIONAL
Line

AS Unjuk Kekuatan di Teluk

DUBAI - Angkatan Laut Amerika Serikat, kemarin, memulai unjuk kekuatan terbesarnya di Teluk Persia sejak invasi ke Irak pada 2003. Armada tempur itu dipimpin oleh dua kapal induk pengangkut pesawat dan didukung sejumlah pesawat tempur yang melakukan manuver serang serempak di lepas pantai Iran.

Manuver-manuver itu juga melibatkan dua kelompok tempur kapal perang dan lebih dari 100 jet tempur Amerika untuk melancarkan serangan udara serentak di jalur pelayaran yang ramai di Teluk.

Latihan perang itu dilakukan empat hari setelah Iran menangkap 15 personel AL Inggris. Menurut Teheran, personel AL Inggris itu memasuki perairan Iran dekat Teluk Persia, namun AL Inggris dan AS menyatakan mereka tengah beroperasi di perairan Irak.

Komandan AL AS Kevin Aandahl mengatakan manuver-manuver Amerika itu bukan untuk merespons penangkapan personel AL Inggris itu, maupun mengancam Republik Islam, yang angkatan lautnya beroperasi di perairan yang sama.

Dia tidak bersedia mengatakan kapan AL merencanakan latihan perang itu. Menurutnya, kapal perang AS berada di luar perairan wilayah Iran, yang membentang 12 mil di lepas pantai Iran.

Bantu Operasi

Namun, Mayor Angkatan Laut Charlie Brown, juru bicara Komando Pusat Angkatan Laut AS di Bahrain, menjelaskan kelompok tempur kapal induk Amerika USS Stennis tiba akhir Februari lalu dengan 6.500 personel. Kapal induk Stennis dikerahkan untuk bergabung dengan kelompok kapal induk USS Dwight D Eisenhower yang sudah lebih dulu berada di Teluk.

''Stennis berada di kawasan Laut Arab di luar Teluk dan Eisenhower berada di dalam wilayah Teluk.''

''Penempatan kelompok tempur kedua ini untuk membantu operasi yang terus dilakukan di Afghanistan dan Irak serta untuk menjamin mitra-mitra kami di kawasan itu mengenai komitmen bagi daerah tersebut,'' katanya.

Kelompok tempur biasanya terdiri atas empat atau lima fregat dan kapal penghancur serta satu kapal selam. Masing-masing unit kemudian bekerja secara terpisah sesuai dengan tugas pasukan koalisi.

Sementara itu, kelompok tempur Prancis, yang dipimpin kapal induk pengangkut pesawat Charles de Gaulle, juga melakukan latihan perang tidak jauh dari Teluk Persia. Namun kapal-kapal Prancis itu mendukung pasukan NATO di Afghanistan dan tidak ikut serta dalam manuver AS, jelas para pejabat.

''Charles de Gaulle tiba di Laut Arab pada pertengahan Maret untuk operasi yang berkaitan dengan Afghanistan,'' kata seorang juru bicara Angkatan Laut Prancis di Paris.

Dia menyatakan, kapal induk itu ditempatkan bersama sebuah fregat pertahanan udara, dua fregat antikapal selam, sebuah kapal logistik dan sebuah kapal selam.

Ketegangan meningkat pekan lalu antara Iran dan Barat menyangkut program nuklir Iran dan penangkapan 15 personel Angkatan Laut Inggris di kawasan utara Teluk oleh pasukan Iran.

Iran bereaksi keras atas sanksi yang dijatuhkan Perserikatan Bangsa-bangsa, dan langsung membatasi kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Iran bertekad tidak akan menghentikan pekerjaan nuklir setelah Dewan Keamanan PBB memutuskan memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap negara tersebut.(ap-gn-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA