| Rabu, 28 Maret 2007 | EKONOMI |
Disiapkan Skenario Kenaikan HPP GabahJAKARTA-Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras dari petani guna menjaga stabilitas harga. ''Mengenai kenaikan HPP, exercise-nya banyak. Kita melihat dari berbagai segi,'' kata Menko Perekonomian Boediono ketika dicegat pers usai menghadiri rakor di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa.(27/3) Menurut dia, keputusan mengenai kenaikan HPP harus dibahas dan diputuskan di tingkat menteri, setelah itu dilaporkan ke presiden. Hingga saat ini keputusan di tingkat menteri belum ada. Menjawab pertanyaan kapan kira-kira pemerintah akan mengumumkan HPP baru, Boediono menyatakan, harus menunggu semua proses selesai. Menko membantah pembahasan mengenai kenaikan HPP akan berlangsung alot, karena menyangkut kepentingan berbagai pihak. ''Tidak alot, tapi memang harus ada perhitungan dari berbagai segi. Pembahasannya juga tidak mundur. Mulai Selasa ini sudah ada pembahasan awal,'' ujarnya. Soal formula yang disiapkan agar harga beras tidak bergejolak, dia mengatakan, hal itu memang menjadi keinginan pemerintah. Artinya, petani mendapat harga layak, tetapi konsumen juga tidak terbebani. ''Kita ingin supaya petani mendapatkan harga yang baik, tetapi konsumen juga tidak terbebani dengan adanya perubahan harga dan pasokan akhir-akhir ini,'' katanya. Angka Inflasi Di tempat yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik, Rusman Heriawan mengatakan BPS memperkirakan angka inflasi Maret sekitar 0,5%. Angka itu berarti sama dengan perkiraan BI. Menurut dia, turunnya inflasi Maret, terutama dipicu harga beras yang cenderung stabil meski masih tinggi. Walau harga beras di minggu ketiga tidak turun banyak dari minggu kedua, tetap berpengaruh signifikan terhadap inflasi. ''Apalagi faktor selain beras, baik makanan dan nonmakanan sedang tidak bergejolak, sehingga tidak berpengaruh banyak pada inflasi,'' ujarnya. Dia mengatakan, harga beras turunnya tidak signifikan, masih pada level tinggi. Tapi itu sudah signifikan mempengaruhi inflasi, sehingga angka Februari tetap lebih rendah. ''Rata-rata harga beras nasional saat ini masih tinggi sekitar Rp 6.000 per kg. Diharapkan harga bisa turun kembali pada minggu keempat,'' tuturnya. (bn-33) |