SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 22 Maret 2007

Proses penegakan hukum, khususnya penanganan kasus-kasus korupsi terus melaju. Di tengah kritik, kecaman, dan suara bernada pesimistis, kenyataan membuktikan makin banyak pejabat yang diduga korupsi diproses secara hukum. Dahulu kita sering meragukan adakah keberanian mengungkap beberapa kasus yang menyangkut orang penting, atau orang-orang yang memiliki dukungan politik relatif kuat.

Selepas kekalahan 2-3 dari Persela Lamongan di Stadion Jatidiri pekan lalu, manajemen tim PSIS Semarang menggelar evaluasi khusus. Para personel tim sepakat memperketat aturan. Setelah proses itu dilakukan, anak-anak asuhan Bonggo Pribadi berhasil menundukkan Persikota Kota Tangerang 2-0 dalam pertandingan yang juga digelar di kandang.

"SELAMATKAN air untuk masa depan." Itulah kata yang pantas diucapkan dan diaktualisasikan dalam menyambut Hari Air Sedunia, 22 Maret 2007. Saya merasa perlu mengangkat wacana ini, karena air merupakan kebutuhan primer setiap kehidupan -termasuk manusia- yang saat ini telah mulai terancam kelestariannya.

MEMANG isu pendidikan sangat sensitif, apalagi jika isu itu berkaitan dengan politik, misalnya syarat calon presiden (capres). Sebagaimana kita perhatikan akhir-akhir ini, sejumlah elite politik sibuk lagi dengan polemik tentang syarat minimal pendidikan capres, yakni minimal harus sarjana atau strata satu (S1).

DI tengah gejolak harga beras yang naik cukup tajam beberapa waktu lalu, pemerintah mengimpor beras untuk cadangan stok di Bulog. Alasannya, guna pengamanan agar harga tidak naik lebih tinggi lagi maupun untuk berjaga-jaga sekiranya terjadi bencana.

SEJAK digulirkannya reformasi, memang ada beberapa agenda perilaku masyarakat yang berhasil direformasi yang sebelumnya dibelenggu puluhan tahun. Misalnya kebebasan mengemukakan pendapat, kebebasan berdemo,

AMUK massa di Kota Solo menjelang keruntuhan rezim Orde Baru dan naiknya Megawati ke singgasana kepresidenan menghancurleburkan sejumlah gedung pemerintah dan bangunan komersial di kota ini. Hingga kini belum terjawab,

KONDISI lingkungan di Kota Semarang makin hari kian memprihatinkan. Penurunan kualitas lingkungan terjadi akibat pencemaran air, udara, tanah, serta pengabaian penghijauan, ketersediaan air bersih, keberadaan industri,

Saya mencermati beberapa Surat Pembaca. Sdr Sudarjo (Purwokerto) menulis, korupsi bukan karena gajinya kurang. Juga tulisan Sdr Erlangga Chandra (Banyudono) menyatakan : ''Tetapi kenapa mengurusi korupsi, pembalak liar, penyedot minyak dan lainnya tidak bisa tuntas..tas...tas..''.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA