logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Maret 2007 PANTURA
Line

Bergaya dengan Emas Sepuhan

INGIN memiliki perhiasan emas dengan harga terjangkau? Ada baiknya Anda datang ke tukang perhiasan emas. Di Kecamatan Bumiayu, tidak sulit mencarinya. Salah satunya usaha pertukangan perhiasan emas milik Khambali (50) di lantai dasar Pasar Bumiayu Indah.

Di tempat itu, Anda bisa memesan perhiasan emas sepuhan dengan berbagai model yang sedang tren. Harganya pun relatif tidak memberatkan.

Lelaki tiga anak asal Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal itu juga melayani pelanggan yang ingin membersihkan dan mengilapkan emas.

Pada hari-hari tertentu, seperti menjelang Lebaran, tempat usahanya ramai dikunjungi ibu-ibu. ''Kalau hari-hari biasa seperti ini, paling banter 5-10 pelanggan,'' ujar Khambali yang telah 12 tahun menggeluti usahanya.

Untuk membuat perhiasan emas sepuhan, dia menggunakan teknologi sederhana. Bahan yang akan dilapisi emas dibersihkan. Setelah itu, dicelupkan ke dalam larutan air yang dicampur bahan kimia dan emas. Sekitar lima menit, bahan yang dicelupkan itu akan berubah menjadi emas. Proses terakhir, mencuci dan menggosok agar lebih mengkilap.

Sentra Perajin

Menurut Khambali, Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal merupakan sentra perajin emas dan perak. Jadi, jika menginginkan kerajinan perak tidak perlu repot-repot ke Kotagede, Yogyakarta.

Khambali yang juga Sekretaris Koperasi Usaha Bersama mengemukakan, setiap minggu produksi perajin dikirim ke Cirebon dan Jakarta. Perkembangan kerajinan emas dan perak di wilayahnya tak lepas dari peran Pemkab Tegal.

Antara lain membuka akses pasar, mengikutsertakan produk perajin ke pameran tingkat nasional, dan pelatihan-pelatihan bagi perajin ke pusat-pusat kerajinan perak. (tg-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA