logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Maret 2007 PANTURA
Line

Ratusan Siswa Dua SUPM Tawur

  • 12 Luka-luka, 5 Tersangka

TEGAL - Tawuran yang melibatkan ratusan siswa dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri dan SUPM Al Ma'arif terjadi di depan Gedung Olahraga (GOR) Wisanggeni, Kota Tegal, Rabu (21/3) sekitar pukul 05.30.

Akibatnya, 12 siswa dari SUPM Al Ma'arif menjadi korban. Tujuh siswa di antaranya menderita luka serius sehingga harus dirawat di RSUD Kardinah. Lima siswa lainnya mendapatkan pengobatan rawat jalan.

Kejadian itu berlangsung saat 50-an siswa SUPM Ma'arif sedang berolahraga di GOR Wisanggeni. Ketika mereka baru berlari-lari, tiba-tiba diserang sekitar 100 siswa dari SUPM Negeri yang sebagian mengunakan kayu dan batu.

Karena kalah jumlah, sebagian besar siswa sekolah swasta itu melarikan diri. Namun, beberapa dari mereka tertangkap dan dikeroyok para siswa SUPM Negeri hingga babak belur dan luka parah.

60 Diamankan

Sejumlah polisi yang memperoleh laporan segera menuju ke lokasi kejadian untuk membubarkan tawuran. Sedikitnya 60 siswa yang terlibat diamankan, terdiri atas 50 siswa SUMP Negeri dan 10 siswa SUPM AL Ma'arif. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa sebatang kayu berukuran panjang 40 cm dengan berdiameter 5 cm.

Kapolresta Tegal AKBP Drs Iwan A Ibrahim melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng SH mengemukakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lima siswa dari SUPM Negeri ditetapkan sebagai tersangka.

Sebab, mereka selain mengerahkan teman-temannya juga terlibat langsung dalam tawuran itu. Kelima tersangka tersebut adalah pengurus OSIS.

Yaitu Farid Nuradi (Ketua OSIS/Danyon), Rison (Wakil Ketua OSIS), Riyanto Adi Wibowo (Komandan Kompi), Adi Putra (Seksi Disiplin Danton), dan Badrul Zaman (Seksi Keamanan Danton). Menurut Sugeng, jumlah tersangka bisa bertambah. Namun, kepastiannya menunggu hasil pemeriksaan selesai.

Pemeriksaan dilakukan secara maraton dan intensif karena jumlah tersangkanya banyak. Selain itu, penyebab utama tawuran itu masih diselidiki. Diduga, tawur terjadi karena dendam. Sebab, siswa di kedua sekolah itu selama ini sering berselisih. (H17-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA