logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Maret 2007 NASIONAL
Line

Lopez Hentikan Rekor Persikabo


Alfredo Figueroa dan Julio Lopez rayakan gol

SEMARANG- Rekor tak terkalahkan dalam delapan pertandingan beruntun milik Persikabo Kabupaten Bogor akhirnya terhenti di Stadion Jatidiri, Semarang, kemarin. Rekor tersebut patah berkat gol semata wayang yang dicetak penyerang PSIS Julio Lopez dari titik penalti menit ke-76. Berawal dari sebuah kemelut di di depan gawang Sony Gunawan, bola hasil tendangan keras yang dilepaskan Ebi Sukore menyentuh tangan Hengky Ardiles.

Tanpa ampun pemimpin pertandingan Endra Kardiana langsung menunjuk titik putih. Keputusan wasit asal Yogyakarta itu mendapat protes keras dari Mardiansyah dkk. Selama dua menit laga terhenti karena sikap mereka yang tetap menolak hukuman penalti.

Situasi di dalam stadion pun memanas. Ribuan pendukung tuan rumah bereaksi dengan mengeluarkan cemoohan dan teriakan kencang. Apalagi beberapa personel tim tamu mencoba memprovokasi Lopez yang telah menimang bola. Beruntung, sebagian pemain Persikabo berhasil membujuk kawan-kawannya agar legawa menerima keputusan itu.

Saat eksekusi, Lopez dengan dingin memperdaya Sony. Dia melepaskan tendangan akurat ke sudut kanan gawang. Gol penyerang asal Cile itu kontan disambut meriah para penonton. Letusan mercon, teriakan kegembiraan, dan tepuk tangan riuh bersahut-sahutan memekakkan telinga.

Untuk sesaat, suporter fanatik pasukan Bonggo Pribadi meluapkan kelegaan. Sebelumnya, mereka beberapa kali harus menahan kecewa karena Maman Abdurahman dkk gagal memanfaatkan sejumlah peluang. Tercatat sedikitnya empat peluang emas terbuang karena kecemerlangan Sony dan penyelesaian akhir yang buruk. Di antaranya sundulan Ebi Sukore yang melambung tipis di atas mistar menit ke-66 dan sundulan Zoubairou semenit kemudian berhasil ditepis kiper.

Serangan Balik

Pertandingan kontra Persikabo berlangsung sengit dan ketat. Rapatnya lini belakang pasukan Suimin Diharja membuat Maman cs harus bekerja keras membongkar pertahanan lawan. Sebaliknya, strategi serangan balik yang diterapkan tim tamu beberapa kali merepotkan trio bek skuad "Mahesa Jenar" yang digalang Fofee Kamara.

Saat laga baru berjalan tujuh menit, tendangan keras Lopez dapat diadang penjaga gawang. Berselang sepuluh menit, Sony berhasil menepis tendangan M Ridwan dari luar kotak penalti. Menit 33, tendangan salto Ebi yang lemah jatuh tepat di pelukannya. Di pihak lawan, satu-satunya peluang di babak pertama tercipta menit ke-38 saat tendangan Chiemela Worgu di dalam kotak penalti tepat mengarah ke kiper Agus Murod.

Dibandingkan laga sebelumnya melawan Persikota Kota Tangerang, permainan kesebelasan asuhan Bonggo membaik. Koordinasi Ebi, Wahyu Wahab, dan Kahudi Widodo di lini tengah berjalan efektif. Dukungan serangan dari sektor sayap lewat Harri Salisburi dan M Ridwan juga cukup memanjakan duet Lopez dan Khusnul Yaqien.

Pada babak kedua, Bonggo yang melihat kebuntuan timnya memasukkan Indriyanto Nugroho menggantikan Wahyu. Dia juga menarik Khusnul dan memasukkan Alfredo Figueroa. Masuknya dua pemain itu semakin menambah daya gedor PSIS.

Tertinggal satu gol, Persikabo berusaha mengejar. Dalam lima menit terakhir, mereka terus mengurung pertahanan tuan rumah. Tim kebanggaan Kota Semarang yang tak ingin melepaskan target meraih nilai sempurna, sekuat tenaga menghalau serangan lawan.

"Harus diakui, Persikabo sangat disiplin dalam bertahan. Seperti telah kami analisis, lini belakang mereka sangat rapat. Instruksi saya ke anak-anak tadi, harus berjuang terus dalam 90 menit pertandingan," kata Bonggo. (H29,C16, H32-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA