logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Maret 2007 NASIONAL
Line

Jembatan Kaca 1.200 M di Atas Grand Canyon


SM/rtr

GRAND CANYON - Para tetua adat suku Indian dan seorang mantan astronaut menjadi orang pertama yang berjalan melintasi jembatan kaca di atas Grand Canyon. Ini bukan seremoni sederhana karena jembatan itu tergantung setinggi 1.200 meter di atas lembah.

Astronaut Buzz Aldrin (77), yang dikenal dengan julukan moonwalker karena pernah berjalan-jalan di bulan, melangkahkan kaki di atas jembatan kaca itu. Pembangunan jembatan yang diberi nama Skywalk itu menelan dana 40 juta dolar. Jembatan itu dibangun oleh pengembang swasta atas izin suku Indian Hualapi, selaku pemangku adat kawasan di lingkar lembah Arizona.

Melalui lantai kaca jembatan, pejalan kaki dapat menikmati pemandangan indah di bawahnya. Tentu saja, kalau tidak takut dengan ketinggian.

Proyek jembatan kaca itu sempat memancing kontroversi di Kawasan Cagar Budaya Hualapai. Pendukung proyek berpendapat keberadaan jembatan itu akan menciptakan lapangan kerja sedangkan penentangnya mengecam dengan alasan jembatan itu menodai kesakralan lembah tersebut.

''Hebat sekali, memang tidak persis seperti melayang di udara. Tetapi, saya seraya melihat masa depan,'' kata Aldrin, orang kedua yang berjalan-jalan di bulan.

Hadir pula sekitar 1.000 wisatawan, tokoh masyarakat, dan anggota suku menyaksikan jalan-jalan Skywalk pertama itu. Aldrin berjalan menyusuri jembatan transparan itu, sementara sekelompok tetua adat Hualapai serta anak-anak berjalan dari arah seberang.

90 Ton Kaca

Langkah pertama astronaut itu menandai peresmian jembatan tersebut. Pembangunan proyek itu diharapkan bakal menarik minat 500.000 pengunjung tahun ini.

Lantai transparan jembatan yang melingkar berbentuk tapal kuda itu terbuat dari 90 ton kaca. Bagi pengunjung yang takut ketinggian, ada bagian jembatan yang digantung setinggi 21 meter di atas Lembah Sungai Colorado.

Menurut rencana, jembatan akan resmi dibuka untuk turis pada tanggal 28 Maret. Setiap pengunjung dikenai ongkos 21 dolar.

Para turis dan tamu undangan berjubel di sepanjang tepian jurang untuk menyaksikan astronaut itu menyelesaikan langkah-langkahnya. ''Wisata jalan di atas lembah itu bakal tercatat dalam sejarah, tetapi saya jelas tidak akan mencoba,'' kata Joan Stewart, seorang akuntan dari Las Vegas. ''Terlalu tinggi buatku.''

Para pendukung proyek itu berpendapat, jembatan berwarna krem muda itu bakal menciptakan ratusan lapangan kerja bagi orang-orang suku Indian yang tinggal di kawasan cagar budaya itu. Kemiskinan dan pengangguran masih membelit sekitar 50 persen warga kawasan itu.

Di pihak lain, kelompok tradisionalis menganggap proyek itu melanggar lanskap alamiah lembah itu. Grand Canyon memang bukan lembah biasa. Di situlah berpusat berbagai kisah kehidupan para Indian.

Menurut kisah legenda, nenek moyang Hualapai muncul dari jurang itu. Nesju Cagar Hualapai membentang lebih dari 160 km sepanjang Grand Canyon, sampai saat ini pengunjung suku Indian hanya berkisar 300.000 orang setahun. Padahal, pengunjung yang membayar untuk menyusuri dan mendaki lembah itu mencapai empat juta orang setahun.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA