| Kamis, 22 Maret 2007 | NASIONAL |
Satu Tewas, Baku Tembak di YogyaYOGYAKARTA - Polri mengumumkan satu tersangka yang diduga teroris tewas tertembak, satu menderita luka tembak, dan beberapa orang tertangkap di Sleman, Yogyarakarta, Selasa malam. "Mereka anggota jaringan teroris Abu Dujana," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sisno Adiwinoto di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan, tersangka yang tertembak mati adalah Aman Suryanto alias Agus Suryanto alias Suparman (39), sedangkan tersangka yang menderita luka tembak adalah Sarwo Edi alias Parman alias Suparjo (40). "Beberapa tersangka lagi tertangkap. Mereka kini dibawa petugas untuk memburu tersangka lain," kata Sisno. Sisno tidak menyebutkan, baik berapa orang sebenarnya yang ditangkap polisi maupun kronologis penangkapan. Dari lokasi penangkapan di depan Toko Bangunan "Alam Jaya", Jl Ring Road Utara, Depok, Sleman, Selasa malam sekitar pukul 18.30 WIB, polisi mengamankan barang bukti diantaranya tiga mobil dan dua sepeda motor dan dua selongsong peluru. Abu Dujana menjadi buronan polri karena diduga ikut terlibat dalam Bom JW Marriot dan Bom Bali 1(2002) . Dibawa Ke Mabes Tiga tersangka teroris yang tertangkap di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY pada Selasa malam, termasuk Abu Dujana, kini dibawa ke Mabes Polri Jakarta. Menurut sumber kepolisian Yogyakarta, Rabu, ketiga tersangka tersebut adalah Abu Dujana, Tedi dan Malik. Seorang tersangka lainnya, Sarwo Edi, karena luka tembak sampai kemarin (21/3) masih dalam perawatan dan pengawasan ketat di RS Bayangkara, Jl Laksda Adisucipto Km 11 Yogyakarta. RS Bayangkara saat ini dijaga ketat oleh satuan Brimob Polda DIY. Setiap pengunjung rumah sakit tersebut diperiksa di pintu masuk. Sementara di RS Sarjito, tempat jenazah Aman Sunaryo sedang diotopsi, juga dijaga ketat oleh aparat kepolisian meskipun pemeriksaan pengunjung tidak seketat di RS Bayangkara. Sementara Kabid Humas Polda DIY AKBP Budi Santoso, Rabu, mengatakan penyelidikan lanjutan kini ditangani Densus 88 Antiteror Mabes Polri."Densus 88 Mabes Polri saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mencari saksi-saksi," katanya. Tinggalkan Wonogiri Tersiarnya berita tentang Abu Dujana alias Ainul Bahri (47), tersangka teroris yang disebut-sebut tertangkap tim Densus 88 di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (21/3) lalu, menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat Wonogiri. Pasalnya, dia disebut-sebut sebagai warga asal Dusun Caratan, Desa Sumberagung, Kecamatan Batu, Kabupaten Wonogiri. Tentang berita penangkapan gembong teroris itu, Polres Wonogiri menyatakan tidak tahu-menahu. Sebab, penangkapan pria kelahiran Cianjur (Jabar) itu langsung ditangani Densus 88. Apalagi, lokasi penangkapan berada di wilayah Polres Sleman, Polda DIY. Abu Dujana disebut sebagai orang yang menyediakan akomodasi dan perlindungan fisik terhadap gembong teroris Noordin M Top. Camat Batuwarno Samsu Edi Budiman BA mengatakan, Rabu (21/3), dia tidak tahu persis tentang Abu Tetapi, katanya, kalau betul orang yang disebut sebagai Abu Dujana itu dulunya menikahi wanita asal Dusun Saratan, Desa Sumberagung, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, dia telah lama pergi meninggalkan Batuwarno. ''Apa yang dimaksud dia, saya tidak tahu. Kalau betul dia, yang bersangkutan sudah lama pergi dan tidak pernah pulang ke Batuwarno,'' ujarnya. Kapolda Jateng Irjen Dodi Sumantyawan HS mengakui ada hubungan antara temuan ratusan bahan peledak di Dusun Pancasan, Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, dengan penggrebekan di Sleman. ''Jelas itu adalah pengembangan. Informasi yang saya dapatkan sementara ini berupa ribuan butir peluru, ratusan detonator, bom rakitan, juga ada bahan kimia yang digunakan untuk membuat bom,'' kata dia, Rabu (21/3). Dengan temuan itu, sementara polisi mengamankan pemilik rumah yang berinisial Sikas, seorang Takmir Masjid Al Kautsar.(P58,P27,H37,D12-64) |