logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Maret 2007 BANYUMAS
Line

Investor Lokal bagi Peternak Sapi

BERANGKAT dari keluarga tak mampu dia berjualan es di Kawasan Wisata Baturraden. Berkenalan dengan turis Belanda dan diajak tinggal di Belanda selama tiga bulan. ''Tahun 1992 saya tinggal di keluarga Reen untuk memperdalam bahasa Belanda,'' ungkap Nurtam Pujo Hartoyo (38) warga Desa Kemutug Lor, Baturraden kemarin.

Sejak itu, lanjut dia, bergabung sebagai anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Koordinator Baturraden bersama Tekad Santosa dan kawan-kawan. Sering mengantar turis Belanda jalan-jalan di kawasan wisata di lereng Gunung Slamet. Dalam kesehariannya, Nurtam menggantungkan hidup sebagai peternak sapi, karena tetangganya juga memelihara sapi perah. ''Kalau dikelola dengan baik usaha ternak sapi sangat menguntungkan dan harus benar-benar ditekuni dengan telaten, sabar serta tawakal.''

Dikatakan, hubungan dengan keluarga Reen masih berlanjut dan di masa krisis memberanikan diri mengirim surat untuk meminjam modal untuk usaha. Permintaan itu dikabulkan dan keluarga itu meminjami uang Rp 100 juta yang kemudian dimanfaatkan untuk beternak sapi.

Mulai tiga tahun lalu, lanjut ayah tiga putri ini, banyak teman-teman dan tetangga tertarik untuk memelihara sapi. Mereka minta dibelikan sapi dan mereka memelihara dengan teknologi sederhana. Apalagi mereka memiliki pekarangan yang ditanami rumput untuk pakannya. Bila sudah cukup besar dan layak jual, sapi itu dijual dan hasil keuntungannya dibagi dua.

Misalnya, anakan sapi dibeli seharga Rp 5 juta dan setelah besar dijual dengan harga Rp 7 juta, maka kelebihannya Rp 2 juta dibagi dua. ''Sistem bagi hasil itu berdasarkan kesepakatan agar tidak ada yang dirugikan.''

Investor Lokal

Sejak itu bisnis yang dikembangkan Nurtam makin berkembang dan diminati warga Kemutug Lor. Meski hanya bermodal kesepakatan, sistem maro (bagi hasil) keuntungan itu memberikan kesempatan petani untuk meningkatkan penghasilan. Nurtam memenuhi keinginan petani, misalnya ingin membeli anakan sapi sesuai selera dan keinginan.

Dia hanya mengantar ke pasar hewan dan petani memilih sendiri anakan sapi yang dikehendaki. '

'Yang penting mereka sepakat untuk memelihara dengan tekun dan benar agar sapi itu sehat sehingga bisa dijual dengan harga yang tinggi.'' (Anton Soeparno-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA