logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Maret 2007 PANTURA
Line

Sosialisasi Pilkada Brebes

Diberi Uang Terima, Suruh Pilih Lihat Dulu

BREBES- Dalam pelaksanaan Pilkada Brebes November mendatang, hanya sekitar 30 persen pemilih berpendidikan mionimal SD. Kondisi itu jadi keprihatinan KPUD.

Itu diutarakan Ketua KPUD H Wahyudin Nooraly saat sosialisasi pelaksanaan pilkada di Kampung Kauman, Kelurahan/ Kecamatan Brebes, Sabtu malam. Menurut dia, minimnya jumlah pemilih berpendidikan terjadi lantaran pengaruh indeks pembangunan manusia yang masih rendah. Terbukti, dari 35 kota/ kabupaten yang ada di Jateng, soal pendidikan rendah pemilih hingga tahun 2006 masih menduduki peringkat terakhir.

Karena itu, sosialisasi pilkada harus terus digencarkan. Melalui cara itu rendahnya kualitas pemilih bisa teratasi.

"Sesuai jumlah pemilih sementara, ada sekitar 1,3 juta orang yang akan menggunakan hak suaranya. Namun, hanya 30 persen yang berpendidikan," paparnya.

Kendati sosialisasi telah dilaksanakan Pemkab tahun 2006 lalu, lanjut dia, namun dirasa minim karena dinilai kurang tepat sasaran. Padahal, kegiatan tersebut telah memakan biaya sekitar Rp 250 juta.

Ironisnya, dari anggaran itu hanya untuk sembilan kegiatan sosialisasi. Hal tersebut jelas belum bisa menyentuh seluruh daerah dan lapisan masyarakat.

Wahyudin mengatakan, upaya yang dilakukan warga Kauman secara swadaya melaksanakan sosialisasi cukup membatu pihaknya. Karena itu, dia berharap bisa dilaksanakan di daerah lain. " Kapanpun dibutuhkan kami siap, dan dijamin ada petugas KPUD yang datang," tegasnya.

Dia mengingatkan, dalam proses pilkada warga harus mewaspadai terjadinya politik uang. Jangan sampai masa depan Brebes ke depan dikorbankan hanya untuk sejumlah uang. "Kalau memang diberi ya diterima saja. Kalau untuk memilih lihat dulu."(bs-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA