| Selasa, 20 Maret 2007 | WACANA |
Surat PembacaPolisi Suka Uang?Tanggal 20 Januari 2007 sekitar pukul 16.00, saya melintasi lampu merah pos kawasan Ungaran dekat sate Pak Kempleng. Waktu saya sampai di pabrik roti, dihentikan petugas dan karena tidak punya SIM, maka STNK-nya ditahan dengan alasan ban motor saya kecil. Petugas memberitahu kesalahan saya yang tidak masuk akal dan merembet ke SIM, sehingga menjadi senjata untuk makin memojokkan saya. Mulanya saya ajak damai, namun sepertinya polisi itu jujur tidak mau menerima sogokan. Malah membuatkan surat tilang walau saya tidak mau menandatangani. Dia mengatakan setelah saya menandatangani surat tilang "semuanya bisa diatur''. Saya mulai tidak simpatik karena oknum itu mengharapkan sesuatu dan menakut - nakuti dengan surat tilang. Namun akhirnya saya menandatangani karena mengira STNK akan dibawa sebagai jaminan dan saya harus mengikuti sidang. Namun ternyata saya salah. Setelah menandatangani surat tilang, oknum itu malah meminta kunci motor secara paksa dan menyuruh saya pulang naik bus sambil menyodorkan surat tilang dan STNK. Saya tidak memberikan kunci motor karena walau tidak memiliki SIM, oknum itu tidak berhak menahan motor, cukup STNK saya. Tetapi dia memaksa dan mengunci motor saya dengan "alat" entah apa namanya. Saya tidak tahu apa maunya, Saya masih meminta untuk berdamai. Tidak disangka oknum itu menyebutkan nominal Rp 100.000. Karena tidak sanggup membayar, maka saya menemui ayah dan setelah ayah membayar Rp 150 ribu oknum tersebut mengembalikan kunci motor. Sepertinya dia ingin menegakkan hukum, namun ujung - ujungnya juga uang.... Rusdiyanto Menoreh Buntu Gg III Rt 4/Rw 7, Semarang Terima Kasih WOM Tulisan saya di Surat Pembaca "Dikecewakan WOM" 28 Februari 2007 telah mendapat tanggapan. Hari itu juga pihak WOM datang dan masalahnya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Saya minta maaf atas kesalahpahaman yang telah terjadi hingga mengakibatkan pencemaran nama baik perusahaan tersebut. Ada oknum yang mengatasnamakan WOM telah menipu saya. Sri Mariyati Klewogan Rt 4/Rw 10, Parakan *** Penemu Matematika Menanggapi tulisan Bapak Prahadi di Surat Pembaca belum lama ini mengenai Al-Khwarizmi sebagai penemu matematika, saya ingin berpendapat mengenai siapa penemu ilmu itu sebenarnya. Matematika adalah cara mendeskripsikan relasi antara angka-angka dan jumlah terukur lainnya. Matematika sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bukti arkeologis menunjukkan, sejenis sempoa telah ada dan digunakan oleh bangsa China dan Babilonia sejak 4000 tahun SM. Juga 3000 tahun SM, orang Mesir dan Babilonia menggunakan aljabar untuk menentukan persamaan linier, persamaan kuadrat dan persaman tak tentu (indeterminate equation). Sejak ratusan tahun SM di Yunani bermunculan nama-nama besar di bidang ilmu matematika seperti: Euclid yang mempublikasikan teori Geometri. Archimedes yang menemukan nilai pi (perbandingan nilai lingkaran terhadap garis tengahnya) dan Mekanika Fluida serta Phytagoras yang menemukan cara mengukur sisi miring sebuah segitiga. Dari fakta tersebut, jelas Abu Ja'far Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi bukanlah penemu ilmu hitung atau matematika. Karena matematika sudah ada sejak ribuan tahun sebelum dia lahir dan tidak ada catatan mengenai siapa penemunya. Al-Khwarizmi hanya salah seorang tokoh yang berjasa dalam ilmu ini dan diyakini sebagai penemu angka 0. Saya hanya sekadar berbagi pengetahuan. Bila ada pembaca yang ahli dalam ilmu ini, tolong beri penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari. Apriantino Ponconugroho Siswa SMAN 2, Semarang *** Untuk PGKSI Berbagai daya upaya dilakukan guru swasta dalam hal kesetaraan harkat dan martabat dengan rekannya yang sudah PNS. Sebab tugas dan tanggung jawabnya sama baik beban kurikulum maupun hal lain yang berkaitan dengan tugas kependidikan dan pengajaran di sekolah. Untuk itu wajar mereka menuntut kepada pemerintah tentang tunjangan intensif hingga dibentuklah wadah Persatuan Guru Karyawan Swasta Indonesia (PGKSI). Di daerah umumnya dan khusus Kendal 29 Januari 2007 dideklarasikan dengan menghadirkan seluruh komponen guru dan karyawan swasta. Tak tanggung-tanggung dihadiri lebih dari 3000 orang. Untuk itu ada beberapa hal yang diharapkan antara lain; Segera daftarkan kepengurusan tersebut seperti yang telah diminta ketua Kkomisi C DPRD. Segera setelah terdaftar di kantor Kesbanglinmas, adakan pertemuan dengan anggota DPRD untuk audiensi, mohon pula tunjangan intensif dari pemkab untuk di anggarkan lewat APBD seperti di daerah lain, meski hanya Rp.100.000/bulan. Mohon kepada pengurus mendata seluruh personil guru dan karyawan swasta sesegera mungkin. Di pundakmu saya berharap dapat terwujudnya harapan bersama. Kepada seluruh kompanen guru dan karyawan swasta rapatkan barisan, satukan langkah untuk perjuangan bersama dan tetap bekerja dengan dedikasi dan penuh tanggung jawab. Agus Salik SAg Wonorejo RT 2/RW 8 Kaliwungu, Kendal *** Pengambil Risiko Saya tertarik dan sepakat atas tulisan Sdr Mohamad Nasih tentang "Dicari Cendekiawan Pengambil Risiko" yang dimuat beberapa waktu lalu. Memang biasanya sebagian cendekiawan cari aman dengan keilmuannya dan cenderung jadi pegawai bukan sebagai entrepreneur/aktivis. Kalau mereka ingin jadi pejuang perbaikan, maka harus berani susah dan tidak bisa melakukan sendirian tapi serentak dan bersama dengan niat baik untuk tujuan baik serta dilakukan dengan cara baik pula. Tujuan baik tidak cukup hanya dengan niat baik saja, tapi harus ditindaklanjuti dengan cara yang baik dan benar sehingga menghasilkan out put yang diharapkan baik. Tidak ada cerita niat baik dilakukan dengan cara tidak baik, menghasilkan sesuatu yang baik. Marilah cendekiawan/ahli/pakar bergabung dengan komponen lain yang memiliki track record bersih dan berani mengambil risiko, secara bersama mewujudkan ilmu-ilmu yang diyakini kebenarannya untuk kemaslahatan. Hanya saja selama ini para cendekiawan sering bertengger di istana gading, tidak membumi. Mereka asyik dengan tulisan/seminar/wacna/desertasi akademik yang hebat tapi sulit diimplementasikan pada realita. Akhirnya hanya teori Machieavelly "menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan". Mencari pembenaran bukan kebenaran dan itulah yang terjadi selama ini. Membenarkan suatu kebiasaan bukan membiasakan bertindak sesuatu dengan kebenaran. Mari bersama membiasakan diri dengan sesuatu kebenaran. Sudjarwo Jl Padangsari 20, Semarang *** Memilih Operator Telepon Seluler Di kolom Surat Pembaca belum lama ini telah saya uraikan cara menyikapi operator telepon seluler yang bertarif mahal. Kali ini saya sampaikan cara memilih operator untuk berlangganan, agar tidak dirugikan dan dapat memaksimalkan manfaat dari biaya yang telah dikeluarkan. Saat ini sebagian operator lama atau baru sering tidak memerdulikan keinginan pelanggan dan memberi pelayanan yang asal-asalan. Ada 3 komponen cara memilih operator. Pertama operator yang dipakai oleh lawan bicara. Sebelumnya harus tahu operator telepon yang dipakai oleh saudara, kolega, teman dan orang yang akan dihubungi. Umumnya operator menentukan tarif lebih mahal bila pembicaraan lintas operator atau lawan bicara berbeda operator dengan yang kita pakai. Kedua, kekuatan sinyal dan luasnya jangkauan. :Pilih operator yang mempunyai jaringan luas, jangan sampai memilih operator yang bertarif murah tetapi jaringannya sempit. Untuk mengetahui hal ini cara paling praktis adalah wawancara dengan pemakai telepon seluler di lingkungan kita dan berita di media massa. Ketiga, tarif dan kemudahan memperoleh pulsa/membayar tagihan. Sebaiknya lebih dulu membandingkan tarif operator satu dengan lainnya sebelum memutuskan untuk berlangganan. Pilih yang paling murah dan yang memberikan kemudahan dalam memperoleh pulsa isi ulang atau membayar tagihannya. Imron Rosadi SE Gletosari 1003 Rt 3/Rw 3 Kertek, Wonosobo *** Setia Hati Teratai Hampir seperempat abad anggota persaudaraan Setia Hati Teratai tidak bertemu. Untuk sedulur tunggal kecer seperti Mas Khusnul dan Sugiarto keduanya di Pekalongan , Mas Tajudin (Polri) di Parakan, Kusnadi (TNI AD) alamat asal Pekalongan dinas di Kalimantan, Rusmanto di Pemalang, Safrudin di Tirto. Kemudian dik Slamet Saefrudin di Wanopringgo Pekalongan, Dik Singit putra Bapak Suharto mantan Kepala STM di Pekalongan, Mbak Sussana (guru) asal Blado dan tugas di Kulonprogo/Bantul dan Mbak Indah di Banjarnegara/Bandung serta untuk guru pembimbing spiritual/pelatih Mas Bagyo Mulyatna di Temanggung dan Mas Sentot di Slawi. Dalam usaha lebih mengakrabkan lagi mari kita adakan reuni. Silakan hubungi Subihardi SPd (PIP Semarang) atau email : MAZBIEK@Yahoo.com (024) 311527, (024) 8413593/081390745967. Subihardi SPd *** Soal Matematika Perkawinan Saya menanggapi tulisan Bapak H Abu Su'ud tentang ''Matematika perkawinan'' di Surat Pembaca belum lama ini. Perempuan boleh saja berpoliandri dan ini terjadi. Beberapa tahun Lalu, di harian ibukota muat bersambung kisah perempuan berpoliandri (saya masih menyimpan klippingnya). Yang menjadi masalah, kalau punya anak, siapa bapaknya ?. Bila istri sakit atau mandul, suami boleh berpoligami. Ini kan peraturan yang dibuat manusia. Puspowardoyo, raja poligami menyatakan aturan tersebut cenderung melecehkan wanita. Kalau suami mandul/impoten, istri yang tidak bisa menerima dan tidak ingin merana, bisa mengajukan cerai lalu menikah lagi. Atau tetap hidup rukun, rajin melakukan pengobatan atau adopsi anak. Orang yang menikahi janda beranak sebagai istri tambahan dianggap tidak adil, karena mengambil hak perawan tua. Apa benar demikian sebab janda beranak jumlahnya banyak, perawan tua juga banyak, laki-laki bejibun. Janda beranak dipoligami, ada janda beranak menikah dengan perjaka, perawan tua nikah dengan jejaka tua, perawan tua memadu kasih dengan perjaka yang lebih muda dan lainnya. Nabi memang mendorong Fatimah jangan mau dimadu, tetapi setelah Fatimah meninggal, lagi-lagi Ali melakukan poligami dengan menikahi 9 wanita (bukan kawin cerai (Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve). Makna ayat poligami sering dipenggal ".....jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki (QS4:3). Tentang ini tafsirannya bermacam-macam. Oh ya, saya punya klipping poligami (belum diterbitkan). Isinya tentang istri simpanan, istri-istri Bung karno, obat kuat, poligami award, mereka yang sukses dan gagal berpoligami. Juga sangat bahagia karena dimadu, penampakan istana megah di atas makam wanita yang rela dimadu, istri-istri para wali dan lainnya. RM.ismunandar C (EI) Salatiga Permai VI/ 140-141, Salatiga *** Rontgen di Prodia Tanggal 21 Februari 2007 pukul 09.30 saya mengantar anak rontgen di Prodia Jl MT Haryono 852 Semarang (kopi terlampir). Tapi pukul 13.55, petugas Prodia meminta anak saya rontgen ulang karena hasil sebelumnya setelah diperiksa dokter radiologinya dinyatakan salah tidak sesuai dengan apa yang di perintahkan dalam surat pengantar. Saya kecewa karena sebelum rontgen dilaksanakan sudah menjelaskan kepada petugas mengenai keluhan pasien tersebut. Terlebih lagi pagi itu anak saya sudah di rontgen dua kali. Saya memilih Prodia karena saya anggap profesional di bidangnya, namun kenyataan hasilnya mengecewakan. Walau petugas sudah meminta maaf via telepon namun saya berharap dikemudian hari dapat lebih profesional dalam menanggapi dan menangani konsumennya. Sri Suwarsih Jl Cempolorejo IV/2, Semarang *** Dua Bulan Kartu Halo Belum Jadi Saya pemegang kartu Halo 08122893571 yang Desember lalu ponselnya hilang. Saya sudah blokir lewat operator 111 dan karena bekerja di luar kota maka baru beberapa hari kemudian bisa lapor ke Grhapari Telkomsel di mal Ciputra Kudus dan sekaligus minta kartu pengganti dengan nomor sama. Grhapari Kudus menjanjikan satu minggu tapi dua minggu kemudian saya mau mengambilnya ternyata kartu belum jadi. Saya juga ke Grhapari di mal Ciputra Semarang atas anjuran mereka yang katanya mungkin bisa langsung dapat nomor tersebut. Tetapi kebetulan nomor kepala 0812289 juga habis. Terakhir saya ke Grhapari Kudus 10 Februari 2007 dan kartu Halo saya belum juga jadi. Ringkasnya dari bulan Desember 2006 s.d 7 Februari 2007 saya sudah ke sana empat kali dan empat kali juga dijanjikan tetapi belum juga jadi. Walau tagihan tidak terlalu besar tetapi nomor tersebut sangat berarti bagi saya. Mohon penjelasan dari Telkomsel apakah masih bisa mendapat nomor Halo tersebut atau tidak. Saya sudah menunggu cukup lama. Ari Noor Hartanto Ngembal Kulon Rt 4/Rw 3 Jati, Kudus *** Parkir di Mal Ciputra Kejadian ini untuk kali kedua saya alami. Yang terakhir terjadi saat Tahun Baru Imlek 18 Februari 2007. Saat mobil saya akan masuk lokasi parkir pintu sebelah barat Mal Ciputra Simpanglima Semarang, memang ada tulisan "Maaf Parkir Penuh" dan saya maklum mungkin memang benar penuh. Tapi beberapa saat kemudian petugas parkir mempersilakan mobil saya masuk dengan membayar retribusi. Setelah masuk dan mencari tempat parkir ternyata tidak ada yang kasong. Petugas yang meminta karcis keluar menyarankan untuk pindah parkir di lokasi pintu sebelah timur (masuk depan McDonald). Ternyata parkir di tempat itu juga penuh bahkan terjadi kemacetan. Akhirnya saya keluar dari area parkir kendati sudah bayar. Jalan keluar pun mesti sabar karena Jl Anggrek Raya juga agak macet akibat jalan samping kiri ada satu baris mobil parkir separo di badan jalan. Saya berharap manajemen/pengelola parkir di Mal Ciputra mengevaluasi serta memberikan pelayanan yang baik. Kalau lokasi parkir memang sudah penuh ya jangan memasukan mobil untuk parkir, jangan hanya mengejar setoran tanpa memperhatikan kenyamanan pengguna parkir. Semoga ke depan hal ini tidak terjadi lagi. Wiwin Subiyono Griya Bringin Asri 27 Ngaliyan, Semarang *** Bahaya Olok-olok Bullying adalah penyerangan jiwa yang bisa berupa mengasingkan seseorang dari komunitasnya, menyampaikan kata - kata kasar (baik verbal maupun tulisan), menyebabkan gosip atau meneror melalui sms atau e-mail. Menurut hasil jejak pendapat Kyoto University menemukan 6400 pelajar SMAN yang selaku diolok- olok. Akibatnya hati tertekan dan makin ciut mengahadapi hidup. Bahkan psikolog Dr Seto Mulyadi (Kak Seto) pada seminar "merangsang kecerdasan dan kreativitas anak sejak dini" di Samarinda beberapa waktu lalu mengatakan sejak usia dini 0-5 tahun sebaiknya anak jangan sampai dibentak dan diolok - olok. Karena rentang waktu tersebut merupakan usia emas untuk perkembangan potensi kecerdasan dan pembentukan rasa percaya diri. Noor Rofiq Jl Wamena V/ 228-229, Ungaran
|