logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Maret 2007 NASIONAL
Line

Oktober, Batas Akhir Pemutakhiran Data Pemilih Pilgub


SM/Irawan
  • Hasyim Asy'ari

KUDUS- Pemutakhiran Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) akan berakhir Oktober 2007, terutama untuk calon pemilih pemilihan gubernur (pilgub). Hal itu berdasar hitungan, pemilih potensial merupakan warga yang minimal telah menetap selama enam bulan di daerah berlangsungnya pemilihan sebelum penetapan daftar pemilih. Penetapan daftar pemilih pilgub sendiri akan berakhir 23 Maret 2008.

Anggota KPU Jawa Tengah Hasyim Asy'ari menyatakan hal itu saat ditemui usai Reuni Saka Bhayangkara di Gedung Pertemuan Graha Mustika Desa Getaspejaten, Kudus Minggu (18/3).

Ia menyampaikan pilgub menurut rencana akan diadakan 22 Juni 2008, sementara pelantikan gubernur terpilih direncanakan pada 23 Agustus 2008.

Dia mengemukakan agar semua warga Jateng proaktif dengan menanyakan proses pendaftaran itu pada pemerintah. "Tanyakan pada RT dan RW apakah proses pendaftaran itu sudah berlangsung. Pastikan nama kita termasuk pada daftar pemilih," ujarnya.

Parpol-parpol juga diminta melakukan hal yang sama. "Parpol harus terus memberitahu konstituennya agar mereka terdaftar. Tentu semua parpol tidak ada yang mau konstituennya tertinggal."

Mengenai kemungkinan pilgub dan pilbup dilaksanakan bersama, ia menjelaskan hanya ada satu daerah yang bisa. "Sesuai aturan, pilgub dan pilbup bisa dilaksanakan bersama jika jadwalnya berada dalam bulan yang sama atau hanya berjarak 30 hari," jelasnya. Daerah yang kemungkinan melaksanakannya adalah Kabupaten Temanggung.

Sementara empat daerah lain yang juga melaksanakan pilbup atau pilwakot seperti Kabupaten Kudus, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, dan Kotamadya Tegal akan dilaksanakan secara terpisah. Kudus menurut jadwal akan melaksanakan pilbup 5 April 2008.

Modal Awal PDI-P

Sementara itu, sebagai salah satu partai besar, PDI-P memiliki sejumlah modal awal yang begitu menjanjikan untuk mengantar seorang calon gubernur menjadi gubernur terpilih pada pilgub Jateng.

Sekretaris DPD PDI-P Jateng Nunik Sriyuningsih menjelaskan, sedikitnya ada enam modal awal yang sudah dikantongi partai itu. Yakni partainya memperoleh 31% suara dalam pemilihan umum legislatif 2004, meraih 5,1 juta suara dalam pemilihan presiden putaran pertama.

''Pada pemilihan presiden putaran kedua meraih 48 % suara,'' katanya.

Kemudian, memiliki bupati/wali kota yang saat ini memimpin 15 daerah di Jateng, struktur organisasi yang sempurna sampai tingkat bawah, dan 504 anggota legislatif dari daerah hingga pusat.

''Dalam proses kampanye dan pemilihan gubernur, paling tidak tujuh komponen itu akan bergerak aktif memperjuangkan kemenangan. Belum lagi kader militan dan simpatisan partai.''

Karena itu, ungkapnya, dalam merekrut calon gubernur yang akan diusung, PDI-P akan serius, hati-hati, dan tidak larut dalam trik dan intrik.

Di samping itu, berusaha membangun opini yang sederhana dan tidak melelahkan seperti yang selama ini disuguhkan kepada rakyat dalam melakukan persiapan tahapan pilgub. ''Salah satunya melalui semiloka yang akan digelar Kamis (22/3),'' tuturnya.

Wakil Ketua DPD PDI-P Agustina Wilujeng menambahkan, figur calon gubernur yang diajukan partainya harus mampu mengaplikasikan hasta prasetya. Itu semacam kontrak politik selama lima tahun apabila nantinya terpilih menjadi gubernur.

Kontrak politik semacam itu sudah diterapkan bagi bupati/wali kota terpilih yang diusung partainya. Saat ini rata-rata mereka menjalankan kontrak politik itu secara baik.

Menurut anggota DPRD Jateng itu, partai memiliki sistem pengendalian yang baik melalui hasta prasetya tersebut. Dibuktikan, kader-kader partainya yang menjadi bupati/wali kota di Jateng berprestasi di bidang kesejahteraan rakyat, pelayanan masyarakat dan kemajuan daerahnya. (H35,G17,H7-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA