logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Maret 2007 KEDU & DIY
Line

Hasil Pra-UN Belum Menggembirakan

MAGELANG-Hasil pra ujian nasional (UN) SMA, MA dan SMK di Kota Magelang yang diselenggarakan 6,7 dan 8 Maret lalu, belum menggembirakan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Sumartono minta kepada semua sekolah memanfaatkan sisa waktu satu bulan sebelum UN untuk lebih memacu para siswanya.

''Hasil pra UN sebagai bahan evaluasi. Selanjutnya para guru memberikan motivasi belajar kepada siswanya, agar kekurangan bisa segera diatasi,'' tuturnya kemarin.

Mata ujian pra UN adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan ekonomi untuk SMA/MA program IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan matematika (SMA/MA program IPA), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang untuk SMA/MA program bahasa. Sedang SMK meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan matematika.

''Pelaksanaan pra UN sudah menggunakan dua soal yaitu paket A dan paket B, dengan naskah soal selang-seling. Peserta ujian pada meja dengan nomor ganjil mendapat soal yang berbeda dengan meja nomor genap. Kami menyelenggarakan pra UN sama seperti pelaksanaan UN,'' katanya.

Bahasa Inggris

Menurutnya, hasil pra UN yang belum menggembirakan terutama pada mata ujian Bahasa Inggris dan ekonomi untuk SMA/MA program IPS, mata ujian matematika untuk SMA/MA program IPA, serta mata ujian Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan matematika untuk SMK.

Jumlah peserta pra UN 2.199 siswa SMA/MA terdiri 1.396 program IPS, 784 program IPA, 19 program bahasa, dan 3.177 SMK. UN akan diselenggarakan pada 17,18 dan 19 April 2007. Ujian susulan bagi siswa yang belum ikut dilaksanakan 24.25 dan 26 April. Untuk SMP/MTs UN dilaksanakan pada 24, 25 dan 26 April, dan ujian susulan pada 3,4 dan 5 Mei 2007.

Dia menerangkan, berdasarkan keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), standar kelulusan UN memiliki nilai rata-rata minimum 5 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,25.

''Khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7, dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN. Atau memiliki nilai minimum 4 pada salah satu mata pelajaran, dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6. Khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7,'' ujarnya. (P60-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA