| Selasa, 20 Maret 2007 | BUDAYA |
Beethoven di Jari-jemari InaINA atau Eunike Indah Nugroho, begitulah nama lengkapnya, tampil ke panggung. Sesaat kemudian, gadis muda itu bersiap di depan piano. Tak lama kemudian denting piano Ina memperdengarkan komposisi Fur Elise, mahakarya Ludwig Von Beethoven. Suasana menjadi lebih tenang ketika Ina memainkan komposisi yang tergolong berat bagi anak-anak itu. Penampilan Ina yang cukup tenang membuat penonton memfokuskan perhatian. Tak ayal, ketika Ina usai memainkan komposisi itu aplaus pun menggemuruh. Banyak orang mengenal rangkaian nada mani Fur Ellise, tetapi tak mengenal sang komponis. Itu termasuk Ina yang baru berusia 12 tahun. "Judulnya Fur Ellise, tetapi penciptanya saya lupa," kata Ina seraya tertawa kecil. Pada Marathon Music Concert di Hotel Kenari, Kudus, Ina adalah salah seorang penampil dengan materi klasik. Dari sekitar 300 anak didik Melody Music School yang tampil selama dua hari, tak lebih dari 10 penampil memainkan lagu klasik. Putri Petrus Putut Pujohartono dan Hana Mohanain itu memutuskan belajar piano klasik sejak dua tahun lalu. "Kegemaran Papa bermain piano klasik menular pada saya. Jadi ketika ditawari les piano pop atau klasik, saya milih klasik," kata Ina. Pilihan dia tak berdasar bujukan orang tua. Dia senang karena musik klasik indah, enak didengar, dan tak membosankan. Secara formal, prestasi Ina belum terlihat karena tak pernah mengikuti lomba. Namun dalam waktu relatif singkat, ujar Ponco yang membimbingnya, Ina menunjukkan perkembangan bagus. (Soni Wibisono-53) |