logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Maret 2007 BUDAYA
Line

Konser Musik Anak-anak

KUDUS - Dalam "Melody Marathon Concert (MMC)" di Hotel Kenari, Minggu-Senin (18-19/3), sekitar 280 anak usia SD mengekspresikan bakat bermusik mereka. Mereka bernyanyi, bermain gitar, piano, violin, dan sesekali bermusik diiringi tari.

Acara itu merupakan agenda rutin Melody Music School (MMS) yang dikelola Ponco bersama sang istri, Metta Vijayanti. MMC mengusung konser dengan konsep agak ngepop. Umumnya penampil membawakan materi yang akrab di telinga masyarakat.

Ponco menuturkan memilih konsep itu dengan mempertimbangkan proses belajar anak dan hubungan dengan orang tua. Melalui konsep itu, hasil belajar anak didik lebih mudah dilihat orang tua.

"Banyak orang tua lebih senang materi agak ngepop karena penampilan anak terlihat lebih menonjol," ujarnya.

Pemilihan konsep itu juga terpengaruh oleh usia anak didik. Pada usia itu, orang tua sangat memantau kegiatan anak. Hasil kegiatan bermusik anak-anak pun erat berkait dengan keinginan dan dorongan orang tua.

Tahun 2006, MMS menggelar konser rutin dengan kemasan modern dan klasik. Acara bertajuk "Konser Musik Kolosal" itu menggunakan ansembel semiorkestra dengan dominasi lagu klasik.

Konser melibatkan 100 anak untuk paduan suara dan 200 anak untuk bermain instrumen. Konser di Hotel Grypta itu memang berkesan wah bagi masyarakat Kudus.

Sayang, beberapa orang tua anak didik tak begitu menyukai konsep itu. Alasan mereka, bermain dengan ansembel yang relatif besar membuat peran anak-anak tidak kelihatan. Apalagi durasinya terlalu lama.

"Ya, anak memang tak begitu kelihatan dari luar panggung. Dalam ansembel besar, meski peran sedikit, pemusik menjadi sangat penting," ujar Ponco. (son-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA