| Selasa, 20 Maret 2007 | BUDAYA |
SELEBRITIRaihaanun Menikah Wartawan MemboikotSITI HAFAR RAIHAANUN dan Teddy Soeriaatmadja, yang bertemu dalam proses pembuatan film Badai Pasti Berlalu, menikah. Namun pers memboikot saat bintang utama dan sutradara film daur ulang itu hendak mengelar jumpa pers seusai resepsi pernikahan, Sabtu (17/03) malam. Tindakan para pemburu berita itu bukan tanpa alasan. Sebab, mereka menilai dalam akad nikah dan resepsi, pihak mempelai kurang kooperatif dengan pers. Sepertinya mereka tak menganggap keberadaan awak pers untuk meliput perhelatan yang ditunggu-tunggu para penggemar tersebut. TV plasma yang tersedia untuk mengambil stok gambar akhirnya cuma jadi pajangan. Karena, gambar yang tersaji seperti "kapal pecah". Tak ayal, para fotografer dan juru kamera geregetan ketika layar TV dimatikan justru saat momen penting seperti ijab kabul. "Tak ada kesengajaan soal gambar di TV plasma. Saya rasa acara juga tidak tertutup," kata Rendy, kakak kandung Teddy, sebelum resepsi dimulai ketika menenangkan para wartawan yang kegerahan. Kekecewaan juga menghinggapi para artis yang hadir karena hidangan tak tersisa. "Ya, agak kecewa juga. Ketika aku datang, eh makanan tak ada yang tersisa. Akhirnya aku cuma minum air putih tiga gelas," ujar DJ Winky Wiryawan sambil tersenyum kecut. Setelah seharian menunggu, akhirnya jumpa pers digelar pukul 22.15. Kedua mempelai berjalan keluar dari tempat terlarang bagi wartawan menuju ke meja jumpa pers. Namun karena kadung kesal dan lelah, akhirnya wartawan meninggalkan kedua mempelai yang baru berujar sepatah-dua kata. (kl-53) |