| Selasa, 20 Maret 2007 | BANYUMAS |
UKM Bisa Jadi Pelaku Ekonomi Tangguh
PURWOKERTO - Suatu saat, usaha kecil dan menengah (UKM) serta koperasi akan menjadi pelaku ekonomi yang tangguh jika dibarengi dengan pengelolaan yang baik. Menurut Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Sutaryono, jika UKM dan koperasi sudah tangguh, bisa jadi fondasi yang kuat untuk usaha menengah ke atas. ''Berdasarkan data, terdapat 325.025 unit UKM di Banyumas. Jumlah tersebut meliputi berbagai sektor,'' kata dia, Sabtu (17/3), dalam sarasehan tentang koperasi dan UKM Banyumas yang diselenggarakan Mixmatch Purwokerto di Rumah Makan Asiatic Purwokerto. Selain itu, lanjutnya, saat ini jenis usaha tersebut bisa menjadi alternatif sementara dalam mengatasi pengangguran yang jumlahnya semakin banyak. ''Saat ini di Kabupaten Banyumas banyak sekali UKM yang tumbuh dan berkembang. Hal ini tentu berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja.'' Bantuan Modal Untuk menggerakkan UKM yang sudah ada, saat ini Dinas Koperasi dan UKM Banyumas telah mengucurkan bantuan modal kepada pelaku usaha kecil melalui dana APBD Banyumas dan Jateng. Ketua Yayasan Eling Mas yang juga pengusaha dari Banyumas, Budi Santoso mengatakan, permasalahan yang sering menjadi hambatan dalam pengembangan usaha kecil dan koperasi adalah manajemen usaha, pemasaran, dan permodalan. Tentang manajemen usaha, sebenarnya para pelaku usaha itu bisa menguasainya asal mau mempelajarinya. Namun sekarang justru banyak UKM yang enggan berpikir dan belajar, padahal berpikir akan lebih bagus daripada bertindak. Selain itu, masalah pemasaran juga akan teratasi jika pelaku usaha mau melakukan standardisasi produk karena pangsa pasar sudah pasti ada. Saat ini, kualitas produk masih kurang sehingga kalah bersaing dengan produk lain yang telah memenuhi standar. Masalah permodalan, lanjut dia, juga dapat diselesaikan jika ada kerja sama antara UKM dan perbankan. Wakil dari Bank Bukopin Purwokerto, Fitroh Efendi, mengatakan, banyak UKM dan koperasi yang bubar karena sistem laporan keuangannya carut-marut. Selain itu, juga banyak yang kesulitan mengembangkan usaha karena tidak memiliki jaminan ke bank jika akan mengajukan kredit sebagai modal. Untuk itu, kata dia, Bank Bukopin siap mendampingi UKM dalam sistem manajemen usaha ataupun permodalan. ''Untuk jangka panjang, Bank Bukopin siap memberikan kredit kepada pelaku usaha kecil tanpa jaminan,'' ungkapnya. (wan-71) |