logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Maret 2007 SEMARANG
Line

Dishub Siapkan Rambu Jalur Lambat

SEMARANG - Menindaklanjuti penerapan jalur lambat bagi pengendara sepeda motor dan becak di Jl MT Haryono, Dishub Kota Semarang telah menyiapkan berbagai rambu peringatan dan larangan di lokasi.

Saat ini pekerjaan jalur lambat pada sisi timur dari perempatan Bangkong menuju bundaran Bubakan masih tahap pengupasan aspal, kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan ulang.

Kepala Dishub Andi Agus Wandono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan puluhan rambu, baik untuk larangan parkir, parkir sejajar satu lapis bagi mobil dan motor serta becak, juga rambu masuk jalur lambat. "Perangkat lalu lintas itu akan kami pasang setelah perbaikan jalur lambat selesai," katanya, Rabu (14/3).

Dia menjelaskan, sekitar 25 rambu peringatan akan dipasang di sisi barat Jl MT Haryono dan 25 rambu larangan parkir ditempatkan di sisi timur. Selain itu Dishub juga akan memasang petunjuk agar motor dan becak masuk ke jalur lambat."

Kurangi Kemacetan

Diberlakukan jalur lambat dapat mengurangi tingkat kemacetan di sana. Saat ini, kata Andi, pada jam-jam sibuk terutama pagi, jumlah kendaraan yang melintas di sana mencapai 3.533,20 satuan mobil penumpang per jam, atau mencapai 0,85 v/c ratio. Artinya sudah mencapai titik kemacetan.

"Setelah kami lakukan penghitungan, jika sepeda motor dan becak melintas di jalur lambat, maka tingkat kemacetan akan turun menjadi sekitar 0,63. Hal itu dapat meningkatkan kinerja ruas jalan pada jalur cepat," katanya.

Dia mengakui, hambatan pada jalur lambat tersebut antara lain lebarnya bervariasi, antara 3 - 4,6 meter, kondisi penerangan kurang, keberadaan PKL di trotoar maupun di jalur lambat. Selain itu, di ruas itu merupakan pusat bisnis dan pendidikan dengan tingkat aktivitas yang tinggi.

Di sana juga banyak akses masuk, baik ke gedung maupun gang-gang, adanya aktivitas bongkar muat barang di jalur lambat, dan digunakan sebagai parkir kendaran, baik mobil maupun sepeda motor.

"Namun kami bersama dinas terkait dan pihak kecamatan serta kelurahan terus melakukan sosialisasi kepada pemilik gedung dan tukang parkir agar ikut mengatur aktivitas supaya penerapan jalur lambat bisa berhasil," katanya. (ric,dky-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA