logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 SALA
Line

Musim Panen Tiba, Harga Beras Anjlok

WONOGIRI - Para petani Wonogiri timur mulai memanen tanaman padi. Ironisnya, bersamaan datangnya masa panen, harga beras di kabupaten itu cenderung anjlok. Kalangan petani di Desa Slogoretno, Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri, Selasa (13/3), mengatakan, musim panen tersebut menandai awal datangnya panen padi rendengan (musim penghujan). ''Hasilnya baik, terbebas dari serangan hama,'' ujar petani Wartono (50).

Hanya sayangnya, petani kesulitan mengeringkan gabah panenannya. Pasalnya hujan selalu turun.

Seperti pernah beberapakali diberitakan, ketika datang musim paceklik, harga beras jenis C4 dan Cisadane membumbung sampai Rp 6.500/kg. Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, mencatat, melambungnya harga beras telah memicu laju inflasi sebesar 1,26 persen.

Namun seiring datangnya masa panen, harga beras berangsur turun bahkan anjlok menjadi Rp 5.500 /kg. Untuk beras jenis IR 64, harganya turun menjadi Rp 5.200 - Rp 5.000 per kg, tergantung kualitas banyak sedikitnya butir pecah. Harga gabah kering panen (GKP) saat ini Rp 2.500 - Rp 2.800/kg.

Tokoh Kontak Tani Andalan Wonogiri, Tukimin HS, berharap harga beras jangan anjlok. ''Agar petani dapat ikut merasakan perolehan hasil dari dampak tingginya harga beras,'' ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Ir Guruh Santosa MM, menjelaskan, mencermati data luas tanam, hasil rata-rata produksi dan total perolehan panen padi serta data pemilikan penduduk, Kabupaten Wonogiri terhitung masih surplus beras.(P27-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA