logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 OLAHRAGA
Line

Perbandingan Chrisjon dan M Rachman

KITA boleh berbangga dengan dua juara dunia tinju yang kita miliki. Penyandang gelar dunia tersebut yakni "The Dragon" Chrisjon (27) juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA (World Boxing Association) dari Semarang dan Muhammad "Predator" Rachman (35), juara dunia kelas terbang mini (47,6 kg) versi IBF (International Boxing Federation) dari Blitar.

Tampaknya sangatlah menarik, jika kita perbandingkan kehebatan dua jagoan Indonesia yang juga telah berhasil mempertahankan gelarnya beberapa kali. Untuk gaya bertarung kontradiksi, Chrisjon bergaya boxer, memiliki langkah kaki lincah dan ritmis. Speed dan akurasi pukulan jab, straight dan hook kanannya berdesing tajam.

Sedangkan Rachman, bergaya fighter, mengandalkan kekerasan pukulan pendek hook maupun upper cut.

Keduanya sama-sama didukung dengan stamina prima dan pertahanan atas double cover rapi. Disiplin latihan mereka terbilang tinggi. Keistimewaan lainnya, kalau Chrisjon memiliki kecepatan pukulan yang bagus, sedangkan Rachman unggul dalam urusan daya ledak pukulan (punching power).

Bila atlet kelahiran Banjarnegara 14 September 1980 tersebut memiliki ketenangan emosi yang baik, sedangkan Rachman mempunyai naluri membunuh tinggi dan rajin memukul.

Keduanya sama-sama merekam rekor bertanding mumpuni. Chrisjon rekornya lebih sedikit dibanding Rachman, namun ia tak terkalahkan dalam 40 kali duel, 39 kali menang (20 dengan KO), dengan sekali seri. Sedangkan Rachman rekornya lebih banyak namun sudah ternoda, lengkapnya 61 kali menang (31 dengan KO)-5 kali kalah, 5 seri.

Untuk pelatih keduanya sama-sama ditangani pelatih andal. Pada awalnya Chrisjon dipoles HM Sutan Rambing di Sasana Bank Buana Indonesia Semarang, dan kini dibina Craig Christian (Australia).

Sedangkan M Rachman kini digembleng pelatih Terry Joe di sasana Merah Putih, Blitar. Sebelumnya atlet kelahiran Merauke (Papua) 25 Desember 1972 tersebut ditangani Mario Lumacad (Filipina/Pirrih Surabaya), Alex Rabadeta (Solo) kemudian M Yunus di Akas Probolinggo.

Keduanya sama-sama merintis karier dari nol, dan sama-sama tampil hebat kala merebut juara nasional. Kalau Chrisjon merebut juara nasional dengan memukul TKO M Alfaridzi (almarhum) di ronde ke-12, sedangkan Rachman menghancurkan TKO Dipo Saloko di ronde ketujuh.

Kemudian saat merebut gelar Asia, keduanya juga tampil gemilang. Chrisjon merebut sabuk PABA (Pan Asian Boxing Association) dengan memukul TKO Soleh Sundava di ronde ketujuh, sedangkan Rachman memukul Rogelio Manquil (Filipina) di ronde kedelapan.

Dalam hal mempertahankan gelar dunia, Chrisjon unggul kuantitas, sebab telah 7 kali title fight. Mengalahkan Osamu Sato (Jepang), Jose Rojaz (Venezuela), Derrick Gainer (AS), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Tommy Brown (Australia), Renant Acosta (Panama) dan Jose Rojaz (Clash II).

Sedangkan Rachman baru tiga kali merampungkan title fight, namun kemenangan lebih meyakinkan, sebab dua kali menjotos KO lawan, Omar Soto (Meksiko / KO ronde keenam) dan Benjie Sorola (Filipina / KO ronde ketujuh).

Keduanya sama-sama dikenal sebagai bintang iklan. Namun Chrisjon lebih dulu melejit dengan menjadi bintang iklan Extra Joss dan kini Kuku Bima, dan kini juga membintangi iklan sebuah produk dari Australia. Sedangkan Rachman baru mulai merintis karier di perusahaan minuman energi Kuku Bima.

Baik Rachman maupun Chrisjon sama-sama telah menikah. Hanya saja Rachman "lebih jago" dalam urusan ranjang, pasalnya ia telah tiga kali menikah. Sedangkan Chrisjon baru sekali menikah dengan Anna Maria Megawati. Nah untuk urusan yang satu ini, Chrisjon tak perlu meniru Rachman. (Paulus Noor Mulia-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA