logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 OLAHRAGA
Line

Kejurnas Taekwondo Militer

Tanpa Rekomendasi PB Tetap Jalan Terus

SEMARANG- Karena Kejurnas Taekwondo Militer dan Mahasiswa belum mendapat rekomendasi dari PB TI, Universitas Budi Luhur Jakarta menyatakan mundur dari event yang akan berlangsung di GOR Patriot, 16-18 Maret, itu.

Hal tersebut disampaikan oleh pelatih Universitas Budi Luhur, Abdul Rozak di Semarang semalam. ''Saya datang ke Semarang untuk mencari tempat penginapan atlet. Namun kini pihak universitas sudah meminta saya pulang ke Jakarta,'' jelas Rozak bersama Alex Hariyanto di Semarang, kemarin.

Peraih medali perak di Olimpiade Seoul Korsel 1986 itu mengungkapkan, sebenarnya perguruan tinggi yang berlokasi di daerah Ciledug Jakarta Selatan itu sudah menyiapkan lima atlet putra dan lima atlet putri. Dua di antaranya adalah atlet nasional, Meri Andini di kelas bantam dan Putri di kelas bantam.

''Setelah kejuaraan ini tidak mendapat rekomendasi dari PB, Budi Luhur menganggap kejurnas ini tidak resmi, sehingga hasilnya dinilai kurang bergengsi. Tetapi karena saya sudah terlanjur datang di Semarang, saya akan pulang seusai Kejurnas,'' tandasnya.

Menurut Rozak, seharusnya masalah rekomendasi tidak perlu terjadi. Sebab sampai saat ini pengurus PB TI masih dianggap vakum. Sebab pengurus hasil Munas TI tahun 2006, sampai sekarang belum dilantik oleh KONI Pusat, karena ada dua versi ketua umum, yakni Suharto sebagai ketua lama dan Djoko Pramono.

Hasil Munas 2006

Sementara itu Alex Hariyanto, mantan pelatih nasional tahun 1985-1994, meminta Kejurnas tetap jalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Sebab Suharto sebagai ketua umum PB TI sampai sekarang belum diakui oleh KONI Pusat.

''Suharto sudah dua kali berturut-turut menjadi ketua umum PB TI, sehingga tidak berhak untuk mencalonkan lagi. Seharusnya beliau legawa, menyerahkan kepemimpinannya kepada Pak Djoko Pramono, yang ikut mencalonkan dalam Munas. Itulah sebabnya, kami mengharapkan Kejurnas tetap jalan terus, kendati tidak mendapat restu dari PB,'' pinta Alex.

Rekomendasi tidak diberikan bisa juga terjadi karena pada saat Munas Pengda TI Jateng tidak mendukung Suharto. Suara Jateng diberikan kepada Djoko Pramono. ''Seharusnya, PB berterima kasih kepada penyelenggara. Sebab tanpa tanpa dibantu oleh PB, Pengda bisa menyelenggarakan kejurnas.'' (C16-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA