| Rabu, 14 Maret 2007 | OLAHRAGA |
Ecclestone Ingin Ubah Format PoinLONDON - Musim 2007 belum dimulai, Bernie Ecclestone sudah merencanakan terobosan baru di tahun 2008. Hal anyar yang disiapkan Bos F1 itu adalah soal sistem poin. Seperti diketahui, saat ini pemenang setiap seri mendapat poin 10, runner-up kebagian jatah delapan angka. Sedangkan pembalap di urutan tiga mendapat poin enam dan menyusut sampai satu poin buat yang finish di posisi delapan. Yang menjadi sorotan utama Ecclestone untuk direvisi musim depan adalah jumlah poin yang didapat sang pemuncak podium. Menurutnya selisih dua poin antara juara dan runner-up kurang tepat. ''Dengan pembalap di posisi dua mendapat delapan poin rasanya kurang tepat kalau sang juara cuma dapat 10. Mulai musim 2008 saya merencanakan sebuah perubahan,'' sahut Ecclestone seperti diberitakan Yahoosports, Selasa. Tak dijelaskan secara jelas format poin yang akan diusulkan Ecclestone musim depan. Namun pria 76 tahun itu diindikasikan akan kembali menggunakan sistem poin seperti sebelum musim 2003. Saat itu perolehan poin antara sang juara dan posisi kedua terpaut empat angka -- 10 berbanding enam. Adalah dominasi Michael Schumacher di musim 2002 yang membuat Bernie mengubah format tersebut, saat itu Schumi unggul 67 poin dari Rubens Barrichello di posisi dua klasemen akhir musim. Bukan cuma berencana mengubah format poin pemenang, penentuan juara dunia di akhir musim juga ingin diubahnya. Siapa yang berhak menjadi juara dunia bisa saja tak ditentukan lewat jumlah poin yang dikumpulkannya, tapi jumlah seri yang berhasil dimenangkan. ''Itu akan sangat sederhana. Pembalap yang lebih banyak menang harus menjadi juara,'' tambah Bernie yang juga mengatakan kalau juara konstruktor tetap akan dihitung dari poin yang dikumpulkan. Trulli Siap Tampil Toyota menegaskan Jarno Trulli akan tetap tampil di GP Austrlia. Pembalap Italia ini diragukan tampil setelah menghilang di depan publik dengan alasan kesehatan. Kesiapan Trulli menghadapi seri pembuka musim ini di Melbourne pekan ini sempat diragukan. Hal ini disebakan Trulli tidak datang untuk tampil di depan publik di Tokyo, Senin (12/3), akibat temperatur udara yang rendah. Namun tim F1 asal Jepang in membantah bahwa keadaan sakit tersebut akan membuatnya absen di GP Australia nanti. Toyota menegaskan bahwa pembalap berusia 32 tahun ini tetap akan hadir di Australia ini. ''Jarno hanya kedinginan saja. Kami telah menyarankan dia untuk tidak ikut ambil bagian dalam acara di Jepang namun dia akan tampil di Australia nanti,'' ungkap Tim manajer Richard Cregan. Jika Trulli tidak bisa tampil di Australia, posisinya akan digantikan oleh test driver Franck Montagny. Pembalap asal Prancis ini telah tampil tujuh seri bersama Super Aguri pada musim lalu. (dtc,ant-28) |