logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 OLAHRAGA
Line

Kinerja Pemain Asing Disorot

SEMARANG- Penampilan PSIS kurang gereget pada awal musim ini. Dari tujuh laga yang dilakoni Fofee Kamara cs, Mahesa Jenar baru mengantongi poin tujuh dari dua kali menang, sekali seri, dan empat kalah.

Dengan torehan poin sebesar itu, tim besutan Bonggo Pribadi berada di urutan 12 klasemen sementara.

Hasil jeblok tersebut patut dievaluasi. Langkah yang diambil manajemen dengan melakukan konsolidasi dan evaluasi secara keseluruhan, dinilai mantan pelatih BPD Jateng, Benny Hartono, sangat tepat. Hal itu untuk menyolidkan tim.

''Evaluasi harus keseluruhan. Jangan pilih kasih. Kinerja pemain asing juga patut dikoreksi,'' tuturnya.

Mantan pelatih Persijap Jepara itu memang tidak salah mempertanyakan kinerja ekspatriat Mahesa Jenar. Selama ini, pemain asing tim Kota ATLAS kurang maksimal dalam mengangkat performa tim. Misalnya, striker Alfredo Figueroa belum memperlihatkan ketajaman. Kondisi pemain asal Cile itu tidak kunjung prima setelah sembuh dari cedera pangkal paha kiri. Hingga pertandingan ketujuh, mantan pemain Persekabpas itu belum juga mencetak gol.

''Pemain asing kan dibayar mahal. Mereka harus punya kemampuan lebih baik daripada pemain lokal,'' katanya.

''Lopez bagus. Tapi tetap saja harus dievaluasi. Misalnya, dia terlalu lama membawa bola. Dia dibayar untuk mencetak gol, bukan main cantik dan atraktif,'' imbuh mantan pelatih PSIS Cornelis Soetadi.

Tanda Kemunduran

Soetadi mengemukakan permainan tim Kota Lumpia musim ini belum sebaik musim lalu. Tanda-tanda menurunnya performa anak-anak asuhan Bonggo Pribadi itu sebenarnya sudah terlihat dalam pertandingan uji coba lawan PSIM Yogyakarta dan Persis Solo sebelum kompetisi. Namun hingga kompetisi digelar, kelemahan dan kekurangan tim belum teratasi.

Pelatih Persipa Pati itu yakin, kelemahan dan kekurangan tersebut bukan terletak pada segi teknik. Soalnya, secara keseluruhan pemain PSIS punya kemampuan individu bagus. Selain itu, mereka juga berpengalaman.

''Siapa yang tidak kenal Maman Abdurahman, Ridwan, dan Julio Lopez. Selain itu masih banyak pemain berkualitas. Dari segi teknik, mereka tidak diragukan,'' terangnya.

''Kemungkinan besar permasalahannya berkisar pada nonteknis. Ya, mungkin ada masalah atau ketidakcocokan hubungan antara pemain dan pelatih, pemain dan manajemen, atau antar-pemain. Itu harus dicari penyebabnya,'' tandas Soetadi. (H13,H29-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA