logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 NASIONAL
Line

Balai Yasa Manggarai

Tempat Perawatan Berbagai Jenis KA

Banyaknya kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara yang terjadi akhir-akhir ini memunculkan berbagai hal. Menhub Hatta Radjasa dituntut mundur. Dirjen Udara dan Dirjen Laut Departemen Perhubungan diganti mendadak dan disertai penggantian 20-an pejabat eselon II di lingkungan Dephub.

Pemerintah pun membentuk tim evaluasi keselamatan. Lalu, di tengah-tengah makin kerasnya sorotan terhadap kinerjanya, Menhub juga mengeluarkan sejumlah aturan keras seperti pembatasan usia pesawat, kapal laut dan kereta api (KA).

Bertubi-tubinya kecelakaan yang menimpa kereta api menimbulkan berbagai pertanyaan bagaimana sesungguhnya perawatan dan pemeliharaan KA.

Berbicara tentang perbaikan KA tidak akan lepas dari keberadaan Balai Yasa Manggarai yang letaknya tidak terlalu jauh dari stasiun KA Manggarai.

Letaknya hanya dipisahkan oleh sejumlah rel yang membentang sebagai kesatuan sepur di emplasmen Stasiun Manggarai. Balai Yasa Manggarai, dulu bernama Hoofd-Werkplaatsen Te Manggarai, dibangun tahun 1920 oleh Perusahaan KA Belanda SS (Staat Spoor Wegen).

Di tempat inilah setiap harinya dikerjakan pemeliharaan dan perawatan kereta penumpang. Baik kereta penumpang kelas ekonomi, kelas bisnis, maupun kelas eksekutif. Balai Yasa Manggarai sendiri hanya salah satu dari empat balai yasa yang ada di Jawa. Tiga balai yasa lainnya adalah Balai Yasa Yogyakarta, Tegal dan Surabayagubeng. Balai Yasa Yogyakarta itu khusus perbaikan dan perawatan lokomotif, Balai Yasa Tegal untuk gerbong dan Balai Yasa Surabayagubeng KA Argo Bromo Anggrek.

Hanya saja dibanding tiga balai yasa lainnya, Balai Yasa Manggarai cukup istimewa karena memiliki pekerjaan yang tidak dilakukan di balai yasa lain. Di Balai Yasa Manggarai dikerjakan pemeliharaan dan perawatan seluruh KA eksekutif yang beroperasi di Jawa-kecuali KA Argo Bromo Angrek-serta Kereta Rel Listrik (KRL), yang tidak dilakukan di Yogyakarta, Tegal dan Surabayagubeng.

Menurut Pejabat Yang Memangku Tugas (PYMT) Kepala UPT Balai Yasa Manggarai Bambang Saktijadi, setiap tahun ratusan gerbong KA penumpang diperbaiki, yang perbaikannya meliputi tiga hal. Yakni Perbaikan Akhir Lengkap Bogie (PAL), sasis roda yang merupakan bagian vital gerbong kereta, Perbaikan Akhir Bogie (PAB) dan Perbaikan (PB).

Perbaikan akhir lengkap, misalnya gerbong kereta api diperbaiki lagi seluruhnya, mulai dari bogie, roda, isi gerbong kereta api, kursi hingga dicat.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan Perbaikan Akhir Bogie itu hanya menyangkut perbaikan akhir bogie saja tidak termasuk pengecatan dan lain-lain. Sementara Perbaikan (PB) itu cuma perbaikan beberapa elemen gerbong KA.

Waktu pengerjaan bervariasi, bisa satu bulan termasuk kategori mana, apakah perbaikan akhir lengkap, perbaikan bogie saja atau cuma perbaikan saja.

Di Balai Yasa Manggarai ini, kata Bambang, semua KA eksekutif dan KRL Jabotabek seluruh jurusan diperbaiki dan perawatan. ''Kalau KA Eksekutif Argo Bromo Anggrek diservis dan dirawat di Balai Yasa Surabayagubeng, karena dulunya itu kan KA punya INKA yang disewa oleh PT KA. Dengan pertimbangan, jarak khusus KA Eksekutif Argo Bromo Anggrek diperbaiki dan dirawat di Balai Yasa Surabaya,'' paparnya.

Tenaga ahli Balai Yasa Manggarai diambil dari lulusan teknik pendidikan KA. Sedangkan pengerjaan lainnya dilakukan tenaga "outsourching" yang direkrut Balai Yasa Manggarai.

Pada tahun 2006 Balai Yasa Manggarai melakukan Perbaikan Akhir Lengkap (PAL) 219 Kereta, melakukan Perbaikan Akhir Bogie (PAB) 208 Unit, serta Perbaikan (PB) 137 Kereta. Sedangkan perawatan KRL pada tahun 2006 masing-masing PA Lengkap 106 KRL, Perbaikan 76 KRL dan PA Bogie 2 Unit.

''Ada lima jenis KRL yang kami rawat di sini, yaitu Reostatic, Hitachi, Hyundai dan Holec. Reostatic sendiri terbagi dua, yaitu buatan antara 1976-1987 dan Reostatic Hibah,'' jelas Bambang.

Sedangkan tahun 2007, Balai Yasa Manggarai mendapat alokasi pekerjaan perawatan 286 Kereta Penumpang Perawatan Akhir Lengkap, ditambah dengan PA 195 Bogie non air spring, serta Perbaikan (PB) sejumlah 120 Kereta Penumpang. (Budi Nugraha-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA