logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 NASIONAL
Line

"Sori, Aku Bunuh Anak-anak"


SM/dok FOTO KELUARGA:Foto kenang-kenangan dari kiri Mersi, Hendrison, Tania, Princesa Laduva, Hendri Suwarno.(30)

Sayang sori aku sudah bunuh anak anak. Aku hancurkan hidup dan impian mereka, juga impianku. Tentang anak-anak dan hari tua kita hidup yang baik ya. Aku dan anak anak cinta kamu. Godbless You.

"ITULAH isi pesan yang ditulis di dalam ponsel Mersi," kata Kapolresta Malang AKBP Erwin Chahara Rusmana, kemarin.

Ny Junania Mersi (31), nampaknya ingin agar jenazah dirinya dan empat anaknya yang tewas setelah menenggak kapsul berisi potasium secepatnya diketahui suaminya Hendri Suwarno.

Dari penyidikan polisi ditemukan pesan pendek (SMS) di ponsel milik Mersi yang bermerk Nokia. Pesan yang isinya menyayat hati ini tersimpan di database ponsel tersebut.

Failed

Menurut Kapolres, SMS itu dikirimkan Sabtu (10/3) malam. "SMS yang dikirim ke suaminya Hendri failed," katanya kepada wartawan di Mapolresta Malang Jl Jaksa Agung Suprapto, Malang, Selasa (13/3).

Bunyi pesan singkat itu adalah: Mersi

Junaina (31) tewas bunuh diri bersama empat anaknya yaitu Tania (11), Princesa Laduva (9), Dodo Hendrison (7) dan Gabriel Hanson (2), di rumahnya Jalan Taman Sakura RT 1 RW 10 Nomor 12, Kecamatan Lowokwaru Malang, Minggu (11/3).

Kapolresta Malang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Erwin Chahara Rusmana menegaskan, kasus pembunuhan massal yang disertai bunuh diri pelaku dianggap selesai, karena tersangka tewas bersama korban.

"Sesuai perundang-undangan kasus ini bisa dihentikan dan kami segera menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap tersangka Mersi, karena yang bersangkutan juga tewas," katanya.

Sesuai aturan dan prosedur hukum yang ada, katanya, tersangka yang bisa dihentikan penyidikannya melalui SP3 diantaranya adalah tersangka meninggal, mengalami gangguan jiwa (sakit jiwa) dan mengalami sakit permanen.

Ia mengakui, pemeriksaan intensif terhadap suami korban, Hendri Suwarno belum bisa maksimal, karena Hendri masih mengalami syok berat dan dikhawatirkan dia tidak tahan mentalnya.

Sementara keterangan empat orang saksi masing-masing Yudi Caesar (adik Mersi), Putri Ayudiah Adi (keponakan suami Mersi), Hengki Febrianto (keponakan suami Mersi) dan Rudi Suwarno (adik suami Mersi) diperoleh kesimpulan, jika kasus itu murni bermotif masalah keluarga.

Selain tidak meneruskan proses hukum kasus tersebut, katanya, pihaknya juga tidak melakukan otopsi terhadap jenazah para korban, karena selain atas permintaan keluarga juga dikuatkan dengan bukti-bukti yang ada di lapangan.

Sementara itu salah seorang petugas kepolisian mengatakan, tindakan nekad pelaku bunuh diri Junania Mersi yang sebelumnya membunuh keempat anaknya lebih dulu sudah direncanakan dengan matang.

"Dugaan adanya perencanaan matang itu dikuatkan dengan beberapa barang bukti (BB) yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mulai dari serbuk putih, selongsong kapsul, HP untuk merekam detik-detik akhir keempat anaknya serta surat wasiat Mersi," kata salah seorang petugas.

Menurut rencana, jenazah kelima korban yang ditempatkan di tiga peti dan saat ini disemayamkan di Yayasan Gotong Royong itu akan dikremasi di Krematorium Junrejo-Batu, Jumat (16/3) mendatang.

Spesialis jiwa dari Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang dr Roekani Hadisepoetro Sp KJ mengatakan, penyebab Ny Mersi melakukan tindakan nekad adalah depresi berat dengan gejala psikotik.

Menurut staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya depresi seperti itu diikuti rasa takut bila orang-orang yang disayanginya akan mengalami hal sama, sehingga pilihan satu-satunya adalah membunuh kemudian bunuh diri.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan, maraknya aksi bunuh diri akhir-akhir ini merupakan tanda-tanda malapetaka sosial dan satu-satunya cara untuk meredamnya, pemerintah harus melakukan perbaikan.

"Selain benteng moral dan keimanan, cara yang paling ampuh untuk meminimalisir aksi bunuh diri akibat kondisi sosial ini, pemerintah harus melakukan perbaikan secara ekonomi," katanya usai memberikan ceramah di pendapa Kabupaten Malang, Selasa.(jo-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA