| Rabu, 14 Maret 2007 | MURIA |
Harga Beras Masih TinggiKUDUS - Harga beras saat ini dinilai masih terlalu tinggi. Komoditas pokok yang saat ini mencapai Rp 5.000 - Rp 5.300/ kg diharapkan dapat diturunkan lagi. Sejumlah warga yang ikut mengantre pada operasi pasar murni (OPM) yang dilakukan Pemkab - Bulog, di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (13/3) mengharapkan turunnya harga beras. Karena itu, mereka meminta agar penyelenggaraan OPM sering dilakukan agar dapat membantu meringankan beban kehidupan mereka. ''Mbok kalau bisa ya dijual di bawah Rp 3.700/kg,'' pinta Samsi (40), warga Tanjungkarang. Warga lainnya, Subariah (40), penduduk Jetis Kapuan, sebenarnya tidak mempersoalkan kualitas beras yang diperoleh dari OPM. Sebab, harga miring yang ditawarkan pada kegiatan tersebut lebih menarik minatnya. ''Pendapatan suami saya yang buruh, memang tidak banyak memberi pilihan bagi keluarga kami,'' ucapnya. Karena itu, begitu ada OPM, dirinya langsung mengantre. Malam sebelum pendistribusian beras murah tersebut, dirinya mendapat kupon dari RT. ''Saya baru sekali ini membeli beras OPM,'' jelasnya. Menurut Kasubag Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan pada Bagian Perekonomian, Ali Rochim, pada 13-15 Maret digelar OPM tahap ketiga. Beras yang dijual seharga Rp 3.700/kg tersebut sebanyak 100 ton. (H8-17) |