| Rabu, 14 Maret 2007 | SEMARANG |
Tim Independen Investigasi Jembatan GunungsariTINGKIR- Diam-diam sebuah tim independen yang terdiri atas konsultan dan praktisi konstruksi telah menginvestigasi jembatan Gunungsari yang ambrol fondasi dan talud sayapnya, beberapa waktu lalu. Tim berjumlah lima orang dan dalam waktu dekat akan membeberkan hasil temuan mereka. Anggota Komisi III (Pembangunan) DPRD Kota Salatiga Sri Yuliani, kepada wartawan Selasa (13/3) mengungkapkan, tim juga sering melakukan investigasi beberapa proyek lain yang diduga menyimpang. ''Hasilnya akan saya sampaikan jika proses investigasi mereka telah berakhir dan memberikan rekomendasi,'' katanya. Yuliani yang juga ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kota Salatiga itu mengatakan, dalam kasus-kasus sejenis di beberapa daerah, tim itu sering dipakai GNPK daerah setempat. Investigasi yang dilakukan pada proyek Jembatan Gunungsari bukan yang pertama. Bahan Pertimbangan Rekomendasi investigasi itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi siapa saja, berkaitan dengan proses evaluasi pembangunan Jembatan Gunungsari. Mulai dari proses perencanaan, lelang, pelaksanaan, hingga penyerahan proyek. ''Kalau memang ada kejanggalan atau kesalahan proses pembangunan, juga akan dibeberkan. Termasuk, mengambil keputusan apakah proyek tersebut dianggap gagal atau tidak.'' Kepala DPU Ir H Saryono mengatakan, perbaikan jembatan terus dilakukan oleh pelaksana proyek, karena masih menjadi tanggung jawab mereka dalam masa pemeliharaan selama enam bulan. Dia menyatakan, proses perbaikan dilakukan dengan pengawasan DPU, sehingga dikerjakan seperti yang diharapkan. Berdasarkan pantauan, sejumlah pekerja PT Singgasana sedang menggali fondasi sayap jembatan. Beberapa pekerja juga sedang mengecor kolom besi fondasi tersebut. Mereka membuat saluran air melintang di jalan sekitar 15 meter dari ujung jembatan. Tujuannya untuk mengurangi aliran air masuk ke arah jembatan saat hujan deras. Sebagaimana diketahui, perbaikan Jembatan Gunungsari yang menghubungkan Kelurahan Sidorejo Kidul dan Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Salatiga, bakal memakan waktu tambahan dua bulan. Sebab, perbaikan talut dan fondasi sayap jembatan yang rusak, tidak dapat dilakukan secepatnya saat musim hujan. (H2-37) |