logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 SEMARANG
Line

261 Hektare Sawah Diserang Tikus

  • Tim IPB Beri Solusi Pengendalian OPT

UNGARAN - Sekitar 261 hektare lahan sawah yang tersebar di Kabupaten Semarang diserang hama tikus. Data Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) akhir Februari lalu menunjukkan, dari jumlah tersebut 185 hektare pada tingkat ringan, 72 hektare tingkat sedang, dan puso empat hektare.

''Luas tanam padi di kabupaten ini berjumlah total 10.338 hektare. Data Februari menunjukkan 261 hektare diserang tikus,'' kata Kepala Distanbunhut Ir Warnadi MM, Selasa (13/ 3). Pada tingkat ringan, hama tikus menyerang di sepuluh kecamatan dan tingkat sedang di lima kecamatan.

''Padi di empat hektare sawah yang mengalami puso terjadi di Desa Gentan, Kecamatan Susukan,'' jelas Warnadi didampingi Kabid Produksi Pertanian Ir Wigati Sunu MBA.

Dijelaskan Sunu, penanganan hama tersebut dilakukan secara terpadu yaitu dengan cara tradisional gropyokan, emposan (menggunakan asap belerang), dan racun tikus.

Terkait pengendalian hama tikus dan organisme penggerek tanaman (OPT) lainnya, pada 12 dan 13 Maret, tim safari Gotong Royong Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan pelatihan untuk mengatasi permasalahan pertanian.

''Kami sengaja mendatangkan tim IPB untuk inventarisasi permasalahan pertanian khususnya penyakit tanaman, sehingga diharapkan ada rekomendasi penanggulangan dengan alternatif pemberantasan, di antaranya melalui sistim nonpestisida,'' katanya.

Tim IPB tersebut juga mengadakan pelatihan pembuatan pestisida dengan cara alami. Kegiatan dua hari yang berlangsung di Gedung PIKK Tuntang ini diikuti seluruh kelompok tani yang difasilitasi Distanbunhut dan Ikatan Petani Pengendali Hama Tanaman Indonesia (IPPHTI).

Catur Windu

''Latar belakang kegiatan ini berdasar siklus catur windu (32 tahun) dengan karakteristik anomali iklim. Kondisi ini dimungkinkan timbulnya banyak penyakit tanaman, baik pada padi maupun hortikultura,'' papar Warnadi.

Menurut dia, diperkirakan muncul OPT akhir musim hujan ini atau sekitar Juni - Juli akan banyak muncul wereng.

Di kabupaten ini hingga kemarin belum ada laporan mengenai merebaknya wereng pada padi. Pada masa tersebut petani diminta waspada.

Dia berharap, tim IPB tersebut membawa manfaat bagi dunia pertanian di daerah ini. Pasalnya, produksi beras tahun ini ditargetkan mencapai 192.500 ton.

''Tahun kemarin 170.000 ton, untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, kami harus meningkatkan produksi 22.500 ton,'' terangnya.

Selain kabupaten ini, ada 15 kabupaten/ kota di Jawa yang mendapat kunjungan Tim IPB. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA