| Rabu, 14 Maret 2007 | SEMARANG |
Anjasmoro dan Madukoro Terancam AmblesJl Marina Ditinggikan Satu MeterSEMARANG- Peninggian jalan Marina, di kompleks PRPP setinggi 1 meter akan berimbas amblesnya lahan di kawasan Anjasmoro dan Madukoro. Sebab, beban lahan menjadi bertambah dengan diuruknya jalan tersebut. ''Sudah barang tentu, peninggian itu akan berdampak. Yakni akan mempercepat terjadinya penurunan tanah (land subsiden) di kawasan itu. Imbasnya, lahan di dekatnya seperti Anjasmoro dan Madukoro ikut turun,'' kata Pakar Air Unika Soegijapranata, Ir Budi Santosa MT, Selasa (13/3). Bahkan kawasan Bandara Internasional A Yani pun, dinilai tak luput terkena imbas dari peninggian jalan Marina meski untuk waktu jangka panjang. Sekarang ini saja, bandara sering tergenang, gara-gara kawasan utara Semarang mengalami penurunan tanah. Dia menjelaskan, penurunan tanah akan mempermudah air dari laut untuk masuk (rob). Belum lagi bila terjadi banjir akan sulit sekali surutnya. Sebab, dengan penurunan itu permukaan tanah lebih rendah dari laut. ''Bagaimana pun, aliran air sesuai dengan gravitasi bumi, yakni akan mencari tempat yang rendah. Kalau tanahnya lebih rendah, secara logika tentu airnya akan menuju ke tempat itu.'' Peninggian jalan Marina juga dinilai tidak menyelesaikan masalah banjir, malah justru menambah persoalan. Apalagi bila kawasan tersebut akan dibuka untuk wilayah pemukiman. ''Tentunya kalau ada pemukiman, larinya adalah pemenuhan air minum. PDAM sudah tidak bisa memenuhi tambahan pasokan. Pihak pengembang pasti larinya pada penyedotan air bawah tanah (ABT),'' jelas Budi Santoso. Pemberitahuan Sampai kemarin, beberapa alat berat seperti mesin gilas atau jogjig masih bekerja meratakan jalan. Peninggian itu, menurut beberapa pekerja sudah dilakukan sebulan ini. Kegiatan itu untuk sementara masih satu jalur yakni yang menuju Pantai Marina. Rencananya, setelah jalur tersebut selesai akan ditambah lagi jalur lainnya. Pihak Dinas PU Kota Semarang mengaku belum mendapatkan pemberitahuan soal peninggian Jl Marina. ''Kami sama sekali tidak tahu ada kegiatan itu,'' kata Kasi Jalan dan Jembatan DPU Kota, Ir Iswar Aminudin MT. Dia meminta pihak pengembang dalam hal ini PT Indo Perkasa Usahatama (IPU) harus memberitahukan kegiatan peninggian jalan tersebut. ''Meski itu ada di wilayahnya, tidak ada salahnya PT IPU memberitahukan kepada kami. Dengan demikian, jika ada stakeholder yang mempertanyakan itu, kami bisa menjawabnya.'' Belum ada jawaban pasti dari PT IPU terkait peninggian jalan tersebut. Pihak yang berhak menjawab soal itu, kemarin tidak ada di tempat. ''Kalau bisa, Anda kembali lagi ke kantor ini besok,'' kata salah seorang penjaga kantor. (dky,H6-56) |