| Rabu, 14 Maret 2007 | SEMARANG |
Dua Anggota Polisi Diperiksa
SEMARANG - Penyidikan kasus penembakan pengusaha es batu di Kudus, Tranggono Sutejo (66), yang ditemukan tewas di tepi Jl Sigarbencah, Senin (12/3) lalu, kini mulai ada perkembangan. Bahkan cukup menarik perhatian, terkait dengan tersebarnya isu dugaan keterlibatan dua oknum polisi yang kini tengah diperiksa. Meski demikian, Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto belum berani membeberkan dugaan keterlibatan kedua oknum polisi dimaksud. ''Memang ada dua oknum polisi yang kami periksa terkait dugaan keterlibatan kasus kriminal. Tapi kami belum menemukan keterkaitan dengan kasus penembakan pengusaha pabrik es tersebut,'' terang Wakapolwiltabes Semarang, Selasa (13/3). Hal senada juga dikemukakan Kabid Propam Polda Jateng Kombes Drs Erwin Hasibuan. Saat dikonfirmasi mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima laporan dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus penembakan pengusaha es batu tersebut. Sementara itu, kasus penembakan hingga mengakibatkan pengusaha tersebut tewas diragukan pihak keluarga dan penyidik di Satreskrim Polresta Semarang Selatan sebagai kasus perampokan. Keraguan itu menguat, menyusul mobil Toyota Kijang LGX B-8663-QW silver yang sebelumnya dilaporkan diduga dibawa kabur kawanan perampok, pada hari yang sama dapat ditemukan Unit Resmob Polda Jateng. ''Jadi saya kira ini bukan perampokan. Tapi pembunuhan yang diduga berlatar belakang dendam terkait persaingan bisnis. Keluarga juga meragukan pembunuhan itu berlatar belakang perampokan,'' tandas Kapolresta Semarang Selatan AKBP Drs Abdul Hafidh Yuhas, Selasa (13/3). Menurut dia, jika pelaku ingin merampok, tentu yang diincar adalah barang-barang yang nilainya jauh lebih mahal seperti mobil korban yang ditaksir seharga Rp 120 juta. Pada kasus itu, pelaku, setelah membunuh korban dengan menembak sebanyak enam kali, hanya mengambil handphone (Hp) dan dompet. Ada dugaan, kata Kapolresta, korban yang malam itu pamit pergi, bertemu seseorang. Kemudian mobilnya ditinggal di kawasan Simpanglima. Selanjutnya korban dibawa pergi kawanan penjahat, sampai akhirnya ditemukan tewas di tepi Jl Sigarbencah, Tembalang, dengan luka tembakan di kepala dua kali dan dada empat kali. Tiga Tim Untuk mengungkap kasus itu, penyidik membentuk tim. Tim pertama terdiri atas Unit Resmob Ditreskrim Polda Jateng dipimpin AKP Puji Sumarsono SH, sedangkan kedua, Unit Resmob Satreskrim Polwiltabes Semarang dipimpin AKP Yahya R Lihu SH yang bertugas menelisik langsung ke arah pelaku penembakan. Tim ketiga yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polresta Semarang Selatan AKP Khundori SH bertugas menelusuri keterkaitan kasus penembakan tersebut dengan bisnis yang ditekuni korban selama ini. Menurut AKP Khundori, pihaknya kini tengah meminta keterangan ke sejumlah rekan bisnis korban. Juga meneliti sejumlah tagihan baik berbentuk piutang maupun utang yang belum terbayarkan. Terkait kasus itu, tim yang dipimpinnya kini telah meminta keterangan dua orang saksi. Bahkan saksi tersebut, dari ruang penyidikan Satreskrim Polwiltabes Semarang, Selasa (13/3), dibawa pergi ke suatu tempat yang dirahasiakan. AKP Khundori juga belum bisa menjelaskan nama saksi dimaksud. Alasannya masih terkait teknik pengembangan penyidikan. AKBP Abdul Hafidh Yuhas menambahkan, selain fokus pada pengungkapan kasus yang mengarah ke persaingan bisnis, juga keterkaitan dengan persoalan keluarga. Antara lain yang menyangkut warisan. ''Semua sisi persoalan yang dapat dijadikan pijakan untuk mengungkap kasus ini dipelajari secara seksama oleh penyidik. Sebab setelah kami telusuri lebih dalam, banyak hal yang bisa dijadikan dugaan penyebab kasus pembunuhan itu terjadi,'' terang dia.(D12,dky,apr,G5-62) |