logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 INTERNASIONAL
Line

Sumbangan Satu Sen Per Ton Kargo

  • Setiap lewat Selat Malaka

KUALA LUMPUR - Perusahaan-perusahaan pengapalan diminta menyumbang satu sen dolar untuk setiap ton kargo yang mereka kirim melalui Selat Malaka.

Hasil pengumpulan dana itu digunakan untuk membantu meringankan beban yang ditanggung negara-negara sekitar selat tersebut.

Berdasar jumlah kargo yang dikirim melalui selat itu setiap tahunnya, Yohei Sasakawa (direktur LSM The Nippon Foundation) memperkirakan akan terkumpul dana sekitar 40 juta dolar AS per tahun.

''Jumlah itu memang kecil. Namun dana itu akan membantu meringankan beban biaya yang ditanggung negara-negara sekitar Selat Malaka,'' kata Sasakawa dalam forum kelautan, kemarin.

Dia menjelaskan, Nippon Foundation berharap dana tersebut akan dimanfaatkan untuk keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka. Tentu saja, semua itu baru bisa terwujud jika proposal Nippon Foundation disetujui perusahaan-perusahaan pengapalan internasional.

Selat Malaka yang berada di antara wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura merupakan jalur pengapalan paling sibuk di dunia. Sekitar 40 persen kargo dari Asia, Timur Tengah, dan Eropa melewati selat itu setiap tahun. Sekitar 80 persen suplai energi untuk Jepang dan China juga dikirim melalui perairan ini.

Kurangi Premi Asuransi

Sasakawa mengatakan, perusahaan-perusahaan pengapalan dapat mengurangi premi asuransi mereka. Sebab, sumbangan ''satu sen dolar per ton kargo'' mereka itu dapat membantu meningkatkan sistem pengamanan di Selat Malaka.

''Perusahaan pengapalan seharusnya memberikan sumbangan itu sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka, bukan malah mengalihkan beban pada perusahaan yang menggunakan kapal mereka,'' kata Sasakawa.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama ini menanggung sejumlah besar biaya untuk menjaga keamanan Selat Malaka, termasuk biaya patroli untuk menangkal perompakan.

Malaysia telah mengimbau seluruh negara dan perusahaan pengapalan yang memanfaatkan selat itu untuk mulai memberikan bantuan secara finansial. Sejauh ini, Jepang merupakan donatur utama untuk pengamanan selat tersebut.

Nippon Foundation telah memberikan bantuan pelatihan dan menyumbangkan perlengkapan navigasi senilai 125,5 juta dolar AS. Kontribusi Nippon Foundation itu mencapai sekitar tiga perempat dari total sumbangan Jepang.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA