| Rabu, 14 Maret 2007 | EKONOMI |
Resi Gudang DikembangkanSEMARANG-Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengembangkan resi gudang yang ditujukan kepada sektor pertanian untuk melindungi harga paskapanen. Hal itu dipicu keprihatinan anjloknya harga komoditi paskapanen, sekaligus melindungi petani dari tengkulak. Dengan resi gudang, petani bisa mengagunkannya selama 1-2 bulan sembari menunggu harga kembali membaik. Kepala Bappebti, Titi Hendrawati mengatakan, sektor usaha yang akan dibidik resi gudang ini akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Pengembangan resi gudang di Jateng, misalnya, bisa diarahkan pada produksi padi dan jagung yang merupakan komoditi besar. Diupayakan komoditi itu berorientasi ekspor dan berkualitas. Hal ini tak lepas dari upaya antisipasi persaingan global. Karenanya industri di hulu harus dibenahi terlebih dahulu. Ia menilai pemanfaatan resi gudang bagi petani bisa menguntungkan. Mereka bisa mendapatkan agunan hingga 70%. Sementara biaya administrasi yang dikeluarkan tak banyak mengurangi laba yang diperoleh. "Kami optimistis resi gudang akan diterima banyak pihak, meski Peraturan Pemerintah yang menaunginya masih dalam pembahasan," katanya dalam sosialisasi resi gudang di Hotel Horison Selasa (13/2). Nantinya Bappebti akan menggandeng lembaga keuangan, bisa berupa perbankan atau koperasi, untuk pengembangan layanan resi gudang. (H22-33) |